GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong ditunjukkan masyarakat Padukuhan Ngampiran, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop, saat menjadi lokasi visitasi Lomba Pengagungan Tingkat Kapanewon Rongkop, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Selasa (28/7/2026).
Pada ajang tersebut, Padukuhan Ngampiran ditetapkan sebagai sampel penilaian dengan mengusung potensi unggulan sebagai sentra kerajinan anyaman bambu, yang selama ini menjadi salah satu identitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tim Penilai yang berlangsung meriah. Kehadiran rombongan disambut penampilan Hadroh, barisan siswa Sekolah Dasar, Masyarakat, serta atraksi Senam Pentul Tembem yang mencerminkan kekompakan warga.
Selanjutnya, kegiatan dipusatkan di Balai Padukuhan Ngampiran dengan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM, batik, dan hasil kerajinan anyaman bambu sebelum dilanjutkan pemaparan profil padukuhan.
Usai pemaparan, Tim Penilai melakukan peninjauan langsung ke lingkungan permukiman warga untuk menilai aspek kebersihan, kerapian, keasrian lingkungan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya gotong royong.
Panewu Rongkop, Edi Sedono, S.IP., M.Si., dalam kesan dan pesannya menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan antusiasme masyarakat Padukuhan Ngampiran. Menurutnya, kekompakan warga menjadi nilai penting yang terlihat sejak awal penyambutan hingga proses penilaian di lapangan.
"Kami melihat semangat kebersamaan masyarakat Padukuhan Ngampiran begitu nyata. Penyambutan yang meriah, lingkungan yang bersih, rumah-rumah warga yang tertata rapi, hingga keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih terpelihara dengan baik. Semangat seperti inilah yang harus terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan harus diisi dengan karya, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar Edi Sedono.
Sementara itu, Lurah Kalurahan Melikan, Agus Sumarno, A.Md., menyampaikan bahwa keikut sertaan Padukuhan Ngampiran dalam lomba bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi menjadi momentum untuk menampilkan potensi lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
"Padukuhan Ngampiran memiliki kekuatan besar pada semangat masyarakatnya. Selain dikenal sebagai sentra anyaman bambu, warga juga aktif mengembangkan UMKM dan menjaga lingkungan secara bersama-sama. Kami berharap melalui kegiatan ini potensi lokal semakin dikenal luas dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kepala Dukuh Ngampiran, Hendro Susilo, mengatakan bahwa lomba pengagungan menjadi sarana untuk membangun semangat kolektif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai persatuan.
"Seluruh warga bergotong royong mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh semangat. Mulai dari membersihkan lingkungan, mempercantik kawasan padukuhan, menyiapkan produk UMKM, hingga menyambut tim penilai dilakukan bersama-sama. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu mempererat persaudaraan, memperkuat budaya gotong royong, serta semakin mengangkat nama Padukuhan Ngampiran sebagai padukuhan yang bersih, rukun, berbudaya, dan memiliki potensi unggulan di bidang kerajinan anyaman bambu," ungkap Hendro.
Melalui visitasi tersebut, Padukuhan Ngampiran tidak hanya menampilkan keunggulan produk anyaman bambu sebagai warisan keterampilan masyarakat, tetapi juga memperlihatkan wajah kampung yang tertata, bersih, serta memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan menjadi modal utama dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkokoh semangat pengabdian kepada bangsa dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia.
(Red/pupung)


Social Plugin