YOGYAKARTA || wartajawatengah.com — Kecintaan terhadap dunia otomotif tidak menghalangi langkah Arkan Anafi Ardiansyah, SH, untuk menapaki karier di bidang hukum. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) tahun 2024 tersebut kini semakin mantap menatap masa depan sebagai advokat di Jakarta setelah resmi menempuh dan dinyatakan lulus ujian profesi advokat.
Di tengah kesibukannya menikmati deru mesin, kendaraan modifikasi, serta kreativitas para pelaku otomotif dari berbagai daerah dalam gelaran Indonesia Custom Show (ICS) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (23/8/2026), Arkan berbagi cerita mengenai perjalanan dan langkahnya membangun karier.
Bagi Arkan, dunia otomotif dan profesi hukum memiliki satu kesamaan penting, yakni membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, konsistensi, serta keberanian mengambil keputusan.
Hobi otomotif menjadi ruang bagi dirinya untuk menikmati kreativitas dan perkembangan industri kendaraan. Sementara dunia hukum menjadi pilihan profesional yang ingin ditekuninya secara serius.
“Bagi saya, setiap bidang memiliki tantangannya masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap fokus, disiplin, dan terus belajar,” demikian prinsip yang menjadi bagian dari perjalanan Arkan dalam mengembangkan dirinya.
Arkan juga tidak hanya mengandalkan pendidikan formal. Sejak masih duduk di bangku kuliah hingga saat ini, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepemudaan.
Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Badan Pelaksana Kartu Tanda Anggota (BPKTA) Pemuda Pancasila DIY. Selain itu, Arkan juga masuk dalam jajaran kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII Pusat.
Keterlibatannya dalam organisasi alumni tersebut turut memperluas ruang pengabdian dan jejaring profesionalnya. IKA UII Pusat saat ini dipimpin Dr. Ari Yusuf Amir, SH, MH, dengan H. Dr. Abdurrahman Shaleh, SH, M.Si sebagai Sekretaris Jenderal.
Bagi Arkan, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk belajar memimpin, membangun komunikasi, memperluas jaringan, sekaligus mengasah kemampuan menghadapi berbagai persoalan.
Langkah Arkan menuju profesi advokat pun menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Dari Yogyakarta, ia kini bersiap membawa pengalaman akademik, organisasi, serta jejaring yang telah dibangun untuk menapaki dunia hukum di Jakarta.
“Pantang berpangku tangan” menjadi prinsip yang terus dipegang Arkan. Baginya, kesempatan tidak datang hanya dengan menunggu, tetapi harus dijemput melalui kerja keras, peningkatan kapasitas, dan keberanian mengambil langkah.
Sosok muda yang tetap menikmati dunia otomotif itu kini memilih menyalakan mesin perjalanan baru: dari kampus, organisasi, dan hobi, menuju panggung profesi hukum nasional.
Perjalanan Arkan menjadi gambaran bahwa minat terhadap satu bidang tidak harus mematikan cita-cita di bidang lainnya. Justru dari berbagai pengalaman itulah karakter, kedisiplinan, dan keberanian dapat dibentuk untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
(Red/pupung)

Social Plugin