GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melakukan evaluasi dan klasifikasi desa wisata. Kali ini, penilaian menyasar Dewi Purbo, Desa Wisata Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dispar DIY dalam memetakan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata. Klasifikasi dilakukan melalui empat tingkatan, yakni Rintisan, Berkembang, Maju, dan Mandiri, dengan penilaian mencakup delapan aspek utama, mulai dari kelembagaan, atraksi, amenitas, sumber daya manusia hingga pemasaran dan promosi.
Proses evaluasi dipimpin langsung Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, selaku Ketua Pokja Tim Klasifikasi Desa Wisata DIY sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY. Tim penilai melibatkan berbagai unsur, di antaranya akademisi, praktisi pariwisata, pengelola desa wisata hingga perwakilan industri pariwisata.
Dalam kunjungan tersebut, GKR Bendara memberikan sejumlah catatan strategis kepada pengelola Dewi Purbo, terutama berkaitan dengan marketing, promosi, branding, serta inovasi paket wisata.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah perlunya memperluas jaringan pemasaran melalui biro perjalanan atau travel agent. Pengelola disarankan memberikan kesempatan promosi melalui program seperti familiarization trip dengan mengundang perwakilan sejumlah travel agent secara berkala.
Menurut GKR Bendara, keterlibatan travel agent penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan potensi Dewi Purbo kepada calon wisatawan.
Selain pemasaran melalui jaringan industri pariwisata, keberadaan brosur promosi secara fisik juga dinilai masih diperlukan meskipun saat ini promosi digital semakin berkembang. Pengelola Dewi Purbo dapat menjadikan desain dan pola promosi Desa Wisata Jatimulyo sebagai salah satu referensi.
GKR Bendara juga menekankan pentingnya anggaran promosi yang berkelanjutan. Promosi tidak cukup dilakukan secara insidental, tetapi perlu dirancang menjadi bagian dari program pengembangan desa wisata agar pemasaran dapat berjalan secara konsisten.
Di sisi lain, pengelola juga didorong menciptakan paket wisata yang memiliki keunikan dan pembeda. Atraksi yang ditawarkan, kata GKR Bendara, perlu dikemas berdasarkan potensi lokal dan pengalaman wisata yang tidak mudah ditemukan di desa wisata lainnya.
"Siapkan paket-paket wisata yang unik. Kalau sekadar atraksi bermain gamelan, di desa wisata lain sudah sangat banyak," pesan GKR Bendara.
Tidak hanya menyangkut promosi dan paket wisata, GKR Bendara turut memberikan pandangan mengenai strategi pengembangan destinasi secara bertahap. Setiap destinasi baru, menurutnya, sebaiknya tidak langsung dibuka secara besar-besaran.
"Jika ingin membuka destinasi, sebaiknya dilakukan bertahap, misalnya soft opening terlebih dahulu. Setelah semuanya dievaluasi dan benar-benar oke, barulah grand opening," tuturnya.
Sementara itu, kehadiran tim klasifikasi Dispar DIY mendapat sambutan dari jajaran pemerintah Kalurahan Pucung dan Kapanewon Girisubo.
Panewu Anom Kapanewon Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas evaluasi yang dilakukan Dispar DIY. Ia berharap proses klasifikasi tersebut dapat menjadi momentum bagi Dewi Purbo untuk meningkatkan status dari Desa Wisata Berkembang menuju Desa Wisata Maju.
Namun, Hari menegaskan bahwa peningkatan predikat tidak boleh berhenti pada pencapaian administratif semata. Menurutnya, status desa wisata harus mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"Jangan hanya di atas kertas, hitam di atas putih. Predikat desa wisata ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Harapannya, perputaran ekonomi di wilayah ini meningkat dan masyarakat sekitar makin sejahtera," tegas Hari.
Lebih jauh, Hari berharap pengembangan pariwisata di Girisubo dapat dilakukan secara terintegrasi. Ia menargetkan seluruh kalurahan di Kapanewon Girisubo ke depan mampu mengembangkan potensi wisata masing-masing dan memenuhi standar sebagai desa wisata.
Dengan penguatan kelembagaan, inovasi atraksi, peningkatan kualitas layanan, pemasaran yang lebih terarah serta keterlibatan masyarakat, pengembangan desa wisata di Girisubo diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di Gunungkidul bagian timur.
(Red/pupung)

Social Plugin