Memuat postingan...

JOGJESS Bawa Harapan di Tengah Kemarau Panjang, Bantuan Air Bersih Mengalir ke Warga Bohol

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Kemarau panjang mulai benar-benar dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Persediaan air bersih semakin menipis, sementara hujan yang tak kunjung turun membuat sumber-sumber air warga perlahan mengering.


Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata betapa beratnya warga menghadapi musim kemarau berkepanjangan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian masyarakat harus mencari air dari sumber yang masih tersedia, membeli air tangki, hingga menunggu bantuan air bersih.


Di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial kembali hadir. Komunitas Ekspedisi JOGJESS (Jogja Express) menyalurkan bantuan lima tangki air bersih kepada masyarakat di Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (7/10/2026).


Penyaluran air bersih tersebut mendapat pendampingan dari jajaran Polsek Rongkop, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa. Kehadiran aparat dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.


Kapolsek Rongkop AKP Subarsana mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kegiatan penyaluran air bersih bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih terjadi.


“Kami akan selalu mengawal penyaluran air bersih, karena saat ini warga memang sangat membutuhkan. Kekeringan seperti ini menjadi perhatian bersama, sehingga bantuan air bersih harus benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar AKP Subarsana.


Menurutnya, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan pokok yang menyangkut kehidupan warga sehari-hari. Di tengah kemarau panjang, ketersediaan air sangat diperlukan untuk kebutuhan minum, memasak, mencuci, maupun keperluan rumah tangga lainnya.



Sementara itu, Ketua Paguyuban Ekspedisi JOGJESS Supriyanta, melalui sambungan telepon, menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat hadir secara langsung karena tengah mengikuti kegiatan bakti sosial di lokasi lain.


Supriyanta menjelaskan, kegiatan penyaluran air bersih merupakan bagian dari amanah dan kepedulian komunitas untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat kekeringan.


Menurutnya, komunitas Ekspedisi JOGJESS sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih di puluhan titik di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.


“Ini merupakan amanah untuk membantu sesama. Kami telah menyalurkan bantuan air bersih di puluhan titik di sejumlah wilayah DIY. Kali ini salah satunya kami salurkan di Kalurahan Bohol,” jelas Supriyanta.


Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama warga yang saat ini harus berjuang mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.


“Kami ucapakan terima kasih kepada jajaran Polsek Rongkop, yang telah mengawal dalam penyaluran bantuan air bersih. Semoga bantuan dari komunitas Ekspedisi JOGJESS ini, dapat meringankan kebutuhan warga masyarakat, khususnya di tengah musim kemarau panjang dan kekurangan air bersih,” harapnya.


Kemarau panjang tidak hanya membuat tanah mengering dan tanaman kehilangan sumber air, tetapi juga memaksa masyarakat menghadapi persoalan mendasar: bagaimana mendapatkan air untuk bertahan menjalani aktivitas sehari-hari.


Bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, setiap tetes air menjadi sangat berharga. Bantuan lima tangki air bersih yang disalurkan ke Bohol diharapkan menjadi penopang sementara bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.


Di tengah panas dan panjangnya musim kemarau, setetes air bukan sekadar air. Bagi warga yang kesulitan, setetes air adalah harapan untuk tetap bertahan.





(Red/pupung)