GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Semangat gotong royong dan pelestarian budaya kembali ditunjukkan masyarakat Kalurahan Bohol melalui pelaksanaan Tradisi Bersih Dusun Bohol Blok Selatan yang diikuti empat padukuhan, yakni Padukuhan Gamping, Bohol, Bamban, dan Songgoringgi, pada Senin Pahing, Bulan Sapar, Senin (03/08/2026).
Tradisi yang digelar secara turun-temurun setiap tahun tersebut menjadi momentum masyarakat untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Jawa yang masih hidup di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Rumah Budaya Limasan Mbah Saleh. Warga dari empat padukuhan hadir dengan mengenakan busana adat Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur. Masing-masing keluarga membawa nasi uduk dan ingkung untuk prosesi genduri, yang dipimpin oleh Tugino selaku pengikrar doa.
Usai doa bersama, seluruh hidangan dinikmati secara bersama-sama dalam tradisi kembul bujono, yang menjadi simbol kebersamaan, persatuan, serta kuatnya ikatan sosial antarwarga tanpa membedakan latar belakang.
Selain genduri, prosesi adat juga diisi dengan Ritual pasang Panjang Ilang di situs punden Mbah Saleh, yang memiliki makna filosofis mendalam. "Panjang" dimaknai sebagai harapan agar seluruh cita-cita, doa, dan hajat masyarakat dikabulkan, sedangkan "Ilang" mengandung doa agar segala sukerta, marabahaya, penyakit, maupun musibah dijauhkan dari kehidupan warga.
Juru Kunci Punden Mbah Saleh, Supardi, mengatakan bahwa tradisi Bersih Dusun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar batin masyarakat dalam memohon keselamatan dan kesejahteraan.
"Harapan kami setelah pelaksanaan Bersih Dusun ini, masyarakat semakin guyup rukun, diberikan kesehatan, keselamatan, dimudahkan dalam segala urusan, hasil pertanian semakin subur, dan panen warga melimpah. Tradisi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat tetap menjaga kebersamaan serta menghormati warisan budaya para leluhur," ujar Supardi.
Pelaksanaan tradisi berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kalurahan Bohol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga dari empat padukuhan.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga mendapat dukungan pemerintah dan aparat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa.
Tradisi Bersih Dusun Bohol Blok Selatan menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan toleransi masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Melalui budaya yang diwariskan secara turun-temurun, masyarakat berharap kehidupan yang aman, tenteram, serta penuh keberkahan dapat terus menyertai seluruh warga.
(Red/pupung)


Social Plugin