Lonjakan Pemudik Bus AKAP ke Wonogiri Meningkat Tajam, Rute Jabodetabek Dominasi Arus Lebaran

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Arus mudik Lebaran 2026 mendorong peningkatan signifikan jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan tujuan Wonogiri. Lonjakan pemudik didominasi kedatangan dari wilayah Jabodetabek yang masih menjadi kantong perantau terbesar asal Wonogiri.


Kenaikan volume penumpang terlihat jelas di sejumlah perusahaan otobus yang melayani rute tersebut. Aktivitas keberangkatan dan kedatangan armada berlangsung lebih padat dibanding hari normal, terutama pada pekan menjelang Hari Raya.


Kepala Operasional PO Agramas Wonogiri, Susanto, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah perjalanan selama musim mudik tahun ini mencapai tiga hingga empat kali lipat dibanding hari biasa.


“Pada hari normal kami mengoperasikan sekitar 46 perjalanan per hari. Saat arus mudik, jumlahnya meningkat hingga 300 sampai 400 persen, terutama untuk rute Jabodetabek menuju Wonogiri,” ujarnya saat ditemui di Pool Agramas Wonogiri, Jumat (20/3/2026).


Meski terjadi lonjakan perjalanan, Susanto menyebut tren penggunaan bus mengalami sedikit penurunan dibanding musim mudik tahun-tahun sebelumnya karena sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan kendaraan pribadi.


Dalam satu armada, kapasitas penumpang berkisar antara 20 hingga 32 orang tergantung kelas layanan. Namun demikian, tingginya mobilitas perantau menjadikan rute Jabodetabek–Wonogiri tetap sebagai jalur favorit pemudik.


Susanto juga memperkirakan peningkatan serupa akan terjadi pada periode arus balik Lebaran nanti. Perjalanan diprediksi didominasi penumpang dari Wonogiri menuju wilayah Jabodetabek.


“Sebagian besar tiket mudik dan arus balik sudah habis terjual melalui pemesanan online. Pembelian langsung hanya menyisakan kuota terbatas,” tambahnya.


Sementara itu, data dari Terminal Giri Adipura Wonogiri mencatat puncak arus mudik terjadi pada Kamis (19/3/2026). Pada tanggal tersebut jumlah penumpang kedatangan mencapai 5.663 orang, tertinggi dalam sepekan terakhir.


Secara rata-rata, jumlah penumpang selama periode mudik mencapai sekitar 3.000 orang per hari. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding kondisi normal yang berada di kisaran 1.500 penumpang harian.


Koordinator Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan peningkatan jumlah pemudik berdampak langsung pada penambahan frekuensi armada yang masuk ke terminal.


“Setiap hari rata-rata lebih dari 150 bus datang membawa penumpang ke Wonogiri,” jelasnya.


Walaupun tren penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat, moda transportasi bus tetap menjadi pilihan utama masyarakat perantau karena dinilai lebih ekonomis dan praktis untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik.




(Red/giyarto)