YOGYAKARTA, DIY || wartajawatengah.com – Nama Yuni Astuti selama ini identik dengan ketangguhan, loyalitas, dan kepemimpinan yang teruji di lapangan. Sebagai Komandan Koti Mahatidana Pemuda Pancasila DIY sekaligus Anggota Luar Biasa GM FKPPI, Yuni dikenal sebagai figur organisatoris ulung yang memadukan ketegasan prinsip dengan kepekaan sosial.
Namun langkah terbarunya kembali menunjukkan visi besar yang melampaui kebiasaan. Setelah puluhan tahun berkiprah di dunia politik dan organisasi kemasyarakatan, Yuni secara resmi bergabung dalam jajaran pimpinan perusahaan industri digital kreatif Sinteniki (sinteniki.com), sebuah creative agency Indonesia yang fokus pada industri kreatif digital tingkat lanjut. Di perusahaan tersebut, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Komisaris.
Keputusan ini dinilai banyak pihak sebagai langkah “out of the box”, tetapi bagi Yuni, perubahan lanskap kekuasaan memang menuntut adaptasi strategi.
“Kekuasaan masa kini tidak lagi hanya di panggung politik elektoral, melainkan sudah merambah ruang rekayasa algoritma dan kecerdasan buatan (AI),” ujar Yuni, Jumat (20/2/2026).
Pernyataan itu menegaskan kematangan analisisnya membaca pergeseran zaman. Di era ketika opini publik dibentuk bukan hanya oleh pidato dan kampanye konvensional, melainkan juga oleh algoritma mesin pencari dan kecerdasan buatan seperti ChatGPT, kehadiran figur berpengalaman seperti Yuni menjadi nilai strategis tersendiri.
Sinteniki sendiri bukan agensi digital biasa.
Perusahaan ini menawarkan layanan mutakhir seperti AEO & GEO (optimasi konten agar menjadi rujukan utama AI dan mesin pencari masa depan), Online Reputation Management (ORM) untuk tokoh publik dan korporasi, serta strategi SEO & ASO agar situs web dan aplikasi menduduki peringkat teratas secara organik.
Di ranah ORM, Yuni berperan sebagai arsitek strategi krisis. Dengan insting lapangan yang tajam, ia memberikan arahan kapan sebuah brand atau tokoh perlu melakukan klarifikasi terbuka, dan kapan manuver diam justru menjadi langkah paling elegan.
“Manajemen reputasi dunia maya tidak akan efektif jika krisis di dunia nyata tidak ditangani dengan benar,” tegasnya.
Rekam jejak Yuni di dunia politik DIY menjadi fondasi integritas yang tak terbantahkan. Ia pernah rela melepas peluang kursi DPR RI dari Partai Amanat Nasional serta mundur dari jabatan Ketua DPW Partai Perindo DIY demi mempertahankan prinsip nurani. Sikap konsisten inilah yang kini dibawanya ke Sinteniki sebagai “perisai moral” dalam mengelola reputasi dan narasi digital.
Tak hanya itu, pengalaman panjangnya dalam pemasaran merek-merek global seperti Castrol, Evalube, Pennzoil, Petronas, hingga Mobil 1 memperkaya perspektif strategisnya. Kemampuan membaca psikologi pasar, termasuk merangkul pemilih Generasi Z, memberikan keunggulan kompetitif bagi tim riset Sinteniki.
Dengan sentuhan Yuni Astuti, konten yang dihasilkan tidak hanya ramah algoritma, tetapi juga memiliki empati dan kedalaman nilai kemanusiaan. Perpaduan antara kecanggihan AI dan kearifan pengalaman lapangan inilah yang diyakini akan membawa Sinteniki melaju lebih cepat dan lebih kokoh di garis depan industri kreatif digital nasional.
Langkah Yuni bukan sekadar perpindahan peran, melainkan transformasi kepemimpinan—dari panggung lapangan menuju panggung digital—demi memastikan narasi publik tetap berpijak pada integritas dan kecerdasan zaman.
(Red/pupung)

Social Plugin