GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Kondisi memprihatinkan dialami seorang lansia bernama Saerah, warga Padukuhan Bohol, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Perempuan lanjut usia yang merupakan istri almarhum Wonto (Parto Taruno) itu diketahui hidup seorang diri di rumah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.Fakta tersebut terungkap saat awak media melakukan investigasi langsung ke kediaman Saerah pada Jumat (6/3/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Dukuh Bohol, Muji (40).
Dari hasil peninjauan di lokasi, kondisi rumah yang ditempati Saerah tampak sangat memprihatinkan. Beberapa bagian rangka atap, seperti reng dan usuk kayu, terlihat sudah lapuk dan rapuh. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk karena banyak bagian atap yang bocor.
Bahkan berdasarkan dokumentasi video di lokasi, rumah tersebut dinilai cukup berbahaya untuk ditempati, terutama ketika musim hujan tiba karena dikhawatirkan dapat roboh sewaktu-waktu.
Saerah diketahui Saerah, hidup sebatang kara setelah ditinggal suaminya meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Dalam kesehariannya, ia menjalani hidup dengan sangat sederhana. Untuk kebutuhan makan, ia mengandalkan apa yang ada dan terkadang memasak sendiri dengan peralatan seadanya.
Dukuh Bohol, Muji, saat ditemui di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya pernah mendengar rencana adanya proses bantuan perbaikan rumah dari pemerintah desa. Namun hingga saat ini, realisasi perbaikan tersebut belum juga terlaksana.
“Kami berharap ada perhatian dan respon cepat dari pemerintah, khususnya Ibu Bupati Gunungkidul, yang selama ini sangat merespon dengan cepat warganya yang membutuhkan, agar kondisi rumah Mbah Saerah bisa segera mendapatkan penanganan dan dibangunkan rumah sederhana yang aman untuk ditempati,” ujarnya.
Sementara itu, Marmo Sagio yang mengaku sebagai pihak keluarga menjelaskan bahwa status tanah tempat berdirinya rumah tersebut pada dasarnya merupakan harta gono-gini pasangan suami istri tersebut. Namun saat ini tanah dan rumah ditempati, masih terdapat persoalan sengketa secara internal di lingkungan keluarga.
Pihak keluarga dan masyarakat sekitar berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan melakukan audiensi atau peninjauan langsung, sehingga dapat ditemukan solusi terbaik bagi lansia tersebut agar bisa hidup dengan lebih layak dan aman.
(Red/pupung)



Social Plugin