WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Pekerjaan proyek pembangunan saluran air minum di wilayah Kabupaten Wonogiri menuai sorotan warga. Keluhan tersebut mencuat melalui media sosial Facebook akun @Igun Aja, Jumat (4/9/2026).
Dalam unggahannya, warga mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan proyek yang dinilai meninggalkan galian terbuka di sisi jalan selama berhari-hari setelah pemasangan pipa dilakukan.
“Pipa udah terpasang tapi galian dibiarkan menganga sampai berhari-hari, tolong pihak pemborong bertanggung jawab.”
Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, tampak galian berada di pinggir jalan yang masih menjadi akses pengguna jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor maupun pengguna jalan lainnya apabila tidak segera diamankan.
SOP Keselamatan Jangan Diabaikan
Sorotan warga bukan semata-mata mengenai cepat atau lambatnya pekerjaan proyek, tetapi menyangkut standar operasional prosedur (SOP), keselamatan kerja, serta keamanan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Setiap pekerjaan konstruksi yang menggunakan badan atau bahu jalan semestinya memperhatikan aspek keselamatan. Galian terbuka yang berada di area lalu lintas masyarakat idealnya diberi pengamanan yang memadai, seperti rambu peringatan, pembatas, penerangan pada malam hari, maupun penutupan kembali apabila tahapan pekerjaan telah selesai.
Jika kondisi tersebut benar terjadi sebagaimana terlihat dalam dokumentasi yang beredar, maka pihak pelaksana proyek patut memberikan penjelasan mengenai langkah pengamanan yang telah dilakukan.
Dinas diminta jangan hanya menunggu viral
munculnya keluhan di media sosial, juga menjadi alarm bagi dinas atau instansi terkait untuk tidak sekadar menunggu persoalan menjadi viral.
Dinas terkait diminta turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kebenaran kondisi proyek, termasuk memastikan siapa pelaksana pekerjaan, bagaimana penerapan SOP keselamatan, kualitas pengerjaan, serta apakah pengamanan galian telah sesuai ketentuan.
Pengawasan proyek tidak semestinya berhenti pada administrasi dan laporan di atas kertas. Kondisi nyata di lapangan harus menjadi bagian penting dalam pengawasan, terlebih ketika pekerjaan berpotensi bersinggungan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Kritik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, keselamatan, kualitas pekerjaan, dan kepatuhan terhadap ketentuan teknis.
Informasi Publik dan Hak Jawab
Pemberitaan ini disampaikan sebagai informasi publik berdasarkan keluhan dan dokumentasi warga yang beredar di media sosial, bukan sebagai kesimpulan bahwa pihak pelaksana telah melakukan pelanggaran.
Media tetap mengedepankan asas keberimbangan. Pihak pemborong, pelaksana proyek, dinas terkait maupun pihak lain yang berkepentingan dipersilakan menggunakan hak jawab dan memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan tersebut untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Kebenaran kondisi di lapangan menjadi kewenangan pihak berkompeten untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penjelasan secara resmi kepada publik.
(Red/giyarto)

Social Plugin