KDKMP Wonogiri Masuki Tahap Akhir, Distribusi Kendaraan Operasional Dimulai

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri terus dikebut dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum pertengahan Agustus 2026. Peresmian operasional koperasi tersebut direncanakan berlangsung serentak bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-82 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Rodricho Ivan Pattihahuan, menyampaikan bahwa progres pembangunan KDKMP telah mencapai sekitar 90 persen. Ia optimistis seluruh koperasi dapat segera difungsikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.


“Harusnya Agustus tahun ini KDKMP sudah mulai beroperasi karena nanti akan diresmikan secara serentak,” ujar Rodricho saat ditemui di Makodim 0728/Wonogiri, Sabtu (18/4/2026).


Berdasarkan data terbaru, sebanyak 281 desa dan kelurahan di Wonogiri telah membangun gerai KDKMP. Dari jumlah tersebut, 154 unit telah rampung sepenuhnya, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian. Meski demikian, masih terdapat 13 desa/kelurahan yang belum memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan lahan dengan kebutuhan luas sekitar 600 meter persegi.


Selain percepatan pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan aspek sumber daya manusia untuk mendukung operasional koperasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui rekrutmen Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang nantinya akan ditempatkan di masing-masing KDKMP.


Dukungan operasional juga mulai disalurkan secara bertahap. Sebanyak 50 unit mobil pikap telah didistribusikan kepada koperasi yang dinilai siap beroperasi. Bantuan kendaraan tersebut merupakan fasilitasi pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).


Puluhan kendaraan produksi India dengan merek Cendrawasih itu sebelumnya terparkir di halaman Makodim 0728/Wonogiri sebelum diserahkan kepada masing-masing koperasi penerima.


“Distribusi ini tahap awal. Kendaraan diberikan kepada KDKMP yang pembangunan gerai dan gudangnya sudah selesai,” jelas Rodricho.


Sementara itu, kesiapan operasional juga disampaikan oleh Ketua KDKMP Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Rohmadi. Ia menargetkan koperasi yang dipimpinnya dapat mulai beroperasi pada Juni hingga Juli 2026.


“Untuk awal kami akan buka toko kebutuhan warga dengan modal dari anggota,” ujarnya.


Program KDKMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa serta memperkuat kemandirian masyarakat melalui sistem koperasi yang berbasis kebutuhan lokal.




(Red/Giyarto)