Juara 2 Visitasi Pengagungan : Padukuhan Belang Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Bangkitkan Bohol Dari Tidur

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Ada semangat yang kembali menyala di tengah masyarakat Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop. Bukan sekadar tentang perlombaan, tetapi tentang bagaimana kebersamaan, gotong royong dan kepedulian warga mampu menghidupkan kembali denyut pembangunan dari tingkat padukuhan.


Semangat itu terlihat nyata di Padukuhan Belang saat menjadi wakil Kalurahan Bohol dalam Visitasi Lomba Pengagungan Tingkat Kapanewon Rongkop dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (6/8/2026).


Padukuhan Belang dipercaya menjadi padukuhan percontohan. Sejak pagi, warga dari berbagai unsur bergerak bersama menyambut tim penilai. Potensi UMKM, Ketapangmas, lumbung pangan, rumah sehat, Kamtibmas, kegotongroyongan masyarakat hingga administrasi ditampilkan sebagai gambaran kehidupan masyarakat yang terus berbenah.


Yang menarik, semangat tersebut lahir di tengah keterbatasan jumlah pamong Kalurahan Bohol. Namun keterbatasan itu tidak menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Warga Belang justru menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada banyaknya aparatur, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk bersatu dan mengambil bagian.


Hasilnya pun membanggakan. Dari delapan kalurahan yang mengikuti Lomba Pengagungan Tingkat Kapanewon Rongkop 2026, Kalurahan Petir meraih juara (I) pertama, Kalurahan Bohol juara (II) kedua, dan Kalurahan Pucanganom juara (III) ketiga.


Dukuh Belang, Riyadi Eko Nugroho, mengaku terharu melihat antusiasme dan kekompakan masyarakat.

Menurutnya, penghargaan juara kedua bukan semata-mata tentang menang atau kalah dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, keterbatasan dapat diubah menjadi kekuatan.


“Pencapaian juara dua ini bukan hanya masalah kompetisi. Ini merupakan wujud nyata kekompakan dan soliditas masyarakat. Gotong royong menjadi kunci keberhasilan, sekalipun dalam lingkup padukuhan,” ujar Riyadi.


Ia berharap semangat yang tumbuh di Padukuhan Belang dapat menjadi energi bagi seluruh masyarakat Kalurahan Bohol agar semakin kompak dan solid dalam membangun wilayah.


Semangat tersebut terangkum dalam slogan “Guyub-Rukun Nyawiji, Mbangun Bumi Wigati”—dengan kekuatan kerukunan dan gotong royong, masyarakat bersatu untuk mewujudkan pembangunan Kalurahan Bohol.


Bohol Kini Bangkit dari Tidur


Juara kedua mungkin hanya sebuah angka di atas kertas. Namun bagi masyarakat Bohol, penghargaan itu dapat menjadi tanda bahwa sesuatu yang lebih besar sedang tumbuh: kesadaran untuk bangkit bersama.


Bohol tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk bergerak. Dari keterbatasan, dari padukuhan, dari tangan-tangan warga yang bekerja tanpa banyak bicara, perubahan bisa dimulai.

Padukuhan Belang telah mengetuk pintu kebangkitan itu. Kini saatnya semangat tersebut menjalar ke seluruh Kalurahan Bohol.


“Bangkit bukan karena kita sudah kuat, tetapi karena kita memilih untuk bersatu. Ketika tangan saling menggenggam, langkah kecil pun mampu membawa sebuah desa menuju perubahan besar.”


Bohol kini bangkit dari tidur. Bukan dengan kemewahan, tetapi dengan kebersamaan. Bukan dengan banyaknya kata, tetapi dengan kerja nyata. Sebab pembangunan yang paling kuat adalah pembangunan yang tumbuh dari hati masyarakatnya sendiri.



(Red)