Demo Ojol Solo Ricuh : Relawan Medis Keluhkan Arogansi Aparat Keamanan


SOLO, JATENG || wartajawatengah.com – Aksi ribuan pengemudi ojek online (ojol) di markas Brimob Solo, Jumat (29/8/2205), berakhir ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah massa. Insiden tersebut membuat para demonstran kocar-kacir meninggalkan lokasi, namun tak lama kemudian kembali berkumpul dan melanjutkan aksi.

Aksi unjuk rasa diawali pukul 13.00 WIB ketika ribuan pengemudi ojol berjalan kaki dari Plaza Manahan menuju markas Brimob Solo. Setibanya di lokasi, massa bersama aparat sempat melaksanakan salat gaib dan doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tertabrak mobil rantis Brimob di Jakarta.

Usai doa bersama, jumlah massa semakin membesar. Tidak hanya dari kalangan ojol, tetapi juga pelajar dan warga yang ikut bergabung. Sekira pukul 15.00 WIB, situasi mulai memanas ketika massa menggoyang-goyang gerbang markas Brimob hingga roboh.

Ketegangan semakin meningkat, polisi kemudian menembakkan gas air mata ke segala arah. Ribuan massa lari berhamburan, namun sebagian kembali dan bentrokan kembali pecah. Pada pukul 16.04 WIB, massa membakar water barrier di depan markas Brimob. Hingga malam hari, konsentrasi massa masih terlihat di beberapa titik, salah satunya kawasan Gladak, Solo.


Di tengah ricuhnya aksi, seorang relawan medis yang bertugas mengevakuasi korban mengeluhkan tindakan aparat yang dinilai arogan. Relawan tersebut menyebutkan dirinya sempat dihalangi ketika hendak membawa demonstran yang terluka ke rumah sakit.

“Kami sudah jelas-jelas menyampaikan bahwa kami relawan medis yang sedang mengevakuasi korban luka. Bahkan rekan saya sampai berteriak keras agar didengar di tengah bisingnya massa, namun tetap saja mendapat perlakuan yang tidak semestinya,” ungkap seorang relawan medis.

Keluhan relawan medis ini mempertegas ketegangan antara aparat keamanan dan massa aksi, sekaligus menyoroti potensi pelanggaran prosedur aparat keamanan kepada relawan penanganan medis di tengah situasi kerusuhan.




(Redaksi)