Program Aspirasi Titiek Soeharto Perkuat Pertanian Gunungkidul, Lewat Panen Raya Jagung

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memimpin langsung Panen Raya Jagung varietas R1 Nusantara di Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan kelompok tani.


Panen raya ini merupakan hasil dari program bantuan benih pemerintah yang menggandeng mitra swasta, PT Restu Agropro Jayamas (RAJA). Varietas jagung R1 Nusantara dinilai memiliki keunggulan adaptif terhadap karakteristik lahan Gunungkidul yang didominasi wilayah kering dan berbatu, sehingga potensial meningkatkan produktivitas pertanian lokal.


Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada PT Restu Agropro Jayamas atas komitmennya membangun kemitraan berkelanjutan dengan petani, khususnya di wilayah Kapanewon Saptosari.


“Hari ini kita menyaksikan hasil kerja keras dan kolaborasi yang sinergis antara sektor swasta dan masyarakat petani. Panen Raya R1 Nusantara ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang dimulai dari lahan-lahan pertanian di Gunungkidul,” ujar Joko.


Ia menegaskan, kemitraan strategis semacam ini perlu terus diperluas agar produktivitas pertanian meningkat sekaligus mampu mendorong kesejahteraan petani di Bumi Handayani. Joko juga mengajak petani untuk terbuka terhadap inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian.


“Jangan pernah lelah untuk belajar dan mengadopsi cara-cara baru yang lebih efisien agar hasil panen optimal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Panen hari ini menjadi bagian dari ikhtiar menjadikan Gunungkidul sebagai lumbung pangan yang tangguh,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Tim Aspirasi Titiek Soeharto di Gunungkidul, Ari Karyowiguno, menyampaikan bahwa Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Perhatian tersebut diwujudkan melalui berbagai program bantuan, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga program pendukung ketahanan pangan.


“Selain alsintan dan benih, ke depan masih akan ada banyak program lain yang menyasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” kata Ari.


Menurutnya, program aspirasi tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Gunungkidul, khususnya di sektor pertanian. Bantuan yang disalurkan mencakup sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, dengan sekitar 70 persen difokuskan pada bidang pertanian.


“Sekitar 60 persen masyarakat Gunungkidul menggantungkan hidup dari sektor pertanian, sehingga fokus bantuan memang diarahkan ke sana,” jelasnya.


Ari menambahkan, sepanjang tahun 2025 sebanyak 360 bantuan dari program aspirasi Titiek Soeharto telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Gunungkidul, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.






(Red/pupung)