Hujan Deras Picu Longsor di Ngawen, Belasan Rumah Rusak dan Warga Dievakuasi

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul sejak Selasa (17/2/2026) siang memicu bencana longsor dan banjir material dari perbukitan di sekitar permukiman. 


Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka tertimbun material batu, tanah, dan pepohonan.


Panewu Ngawen, Agus Sumaryono, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak siang hari dan memicu longsoran bukit sekitar pukul 16.00 WIB. Material longsoran kemudian terbawa aliran air menuju kawasan hunian warga.


“Karena hujan deras, material longsoran berupa tanah, batu dan pohon tumbang terbawa aliran air dan mengarah ke permukiman warga,” ujar Agus dalam keterangannya.


Berdasarkan pendataan sementara dari aparat kapanewon, sedikitnya belasan rumah warga terdampak. Rinciannya, lima unit rumah mengalami kerusakan berat dan 13 unit lainnya rusak ringan. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.


Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyebut wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kalurahan Jurangjero dan Tancep.

Menurutnya, banjir material dan longsor membuat sejumlah rumah tidak dapat dihuni untuk sementara waktu.


“Akibat banjir dan longsor ini, ada sejumlah warga mengungsi karena rumahnya penuh material longsoran,” kata Edy, Rabu (18/2/2026).


Data sementara mencatat jumlah pengungsi mencapai puluhan KK. Dari Kalurahan Jurangjero tercatat sekitar 25 KK mengungsi dan menempati Balai Padukuhan Wonosari. Sedangkan dari Kalurahan Tancep, sekitar 10 KK mengungsi di Balai Kalurahan setempat.


Petugas bersama relawan masih melakukan pembersihan material serta pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan, sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. 


Warga di himbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.



(Red/pupung)