Diduga Terlilit Masalah Ekonomi, Ibu Muda di Tepus Gunungkidul Ditemukan Meninggal Gandir

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Warga Padukuhan Pulengelo, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang ibu muda berinisial TM (25) yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban yang baru pulang dari ladang. Sebelumnya, sekitar pukul 07.00 WIB, saksi meninggalkan rumah untuk memanen ketela. Sekitar satu jam kemudian, saat kembali ke rumah, ia mendapati anaknya telah tergantung di kusen pintu kamar menggunakan seutas tali tampar.


Mengetahui kondisi tersebut, ibu korban sontak berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sejumlah warga kemudian berdatangan dan berupaya menyelamatkan korban dengan memotong tali tampar menggunakan pisau.


Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, menjelaskan bahwa saat korban berhasil diturunkan, korban masih ada reaksi atau masih bernyawa.


"Korban sempat masih bereaksi setelah tali dipotong dan diturunkan oleh warga. Namun sekitar lima menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia," ujar AKP Suryanto.


Setelah kejadian itu, warga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Tepus dan petugas medis dari Puskesmas Tepus I. Tim medis bersama petugas kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jenazah di lokasi kejadian.


AKP Suryanto menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.


"Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal akibat gantung diri," jelasnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena mengalami persoalan ekonomi. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut.


Himbauan kepada masyarakat, agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup. Dukungan moral, komunikasi yang baik, serta kepedulian dari orang-orang terdekat sangat penting untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan.


Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Bicaralah kepada keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan secepat mungkin. Dukungan dan pertolongan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa.



 (Red/pupung)