Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 Resmi Dibuka, Siap Pecahkan Rekor MURI 5.555 Porsi Gratis dan Teguhkan Identitas Kuliner Daerah

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com – Pemerintah Kabupaten Wonogiri resmi membuka Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 di Alun-alun Giri Krida Bakti, Jumat (3/7/2026). Festival yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (4/7/2026) ini menjadi ajang promosi kuliner unggulan daerah sekaligus upaya memperkuat identitas Wonogiri sebagai sentra mi ayam dan bakso di Indonesia.


Puncak kegiatan akan digelar pada Sabtu (4/7/2026) melalui penyajian 5.555 porsi mi ayam gratis yang ditargetkan memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyajian mi ayam terbanyak.


Pembukaan festival berlangsung meriah dengan pembacaan Proklamasi Wonogiri sebagai Ibu Kota Mi Ayam dan Bakso oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Prosesi simbolis kemudian dilanjutkan dengan pemukulan mangkuk menggunakan sendok secara serentak bersama para pelaku usaha mi ayam dan bakso sebagai tanda dimulainya festival.


Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan bahwa mi ayam dan bakso telah menjadi identitas kuat masyarakat Wonogiri. Menurutnya, ribuan perantau asal Wonogiri yang menekuni usaha kuliner tersebut di berbagai daerah telah membawa nama baik daerah sekaligus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.


Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri merupakan momentum untuk memperkuat identitas kuliner khas Wonogiri sekaligus mengangkat potensi ekonomi masyarakat. 


Menurutnya, cita rasa mi ayam dan bakso racikan warga Wonogiri telah dikenal luas di berbagai kota di Indonesia, sehingga perlu terus didorong menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor UMKM, menarik wisatawan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.


Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat daya saing Kabupaten Wonogiri.


"Kami berharap festival ini menjadi langkah nyata menuju Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ujar Setyo Sukarno.


Sementara itu, Penanggung Jawab Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026, Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari festival yang telah dirintis sejak tahun sebelumnya. Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan festival adalah mengangkat potensi pariwisata berbasis kuliner sekaligus memperkuat branding Wonogiri sebagai gudangnya pelaku usaha mi ayam dan bakso.


Rizal Pahlevi mengatakan, festival menghadirkan sekitar 50 stan mi ayam dan bakso serta belasan stan UMKM lokal. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan seperti pertunjukan reog, musik, hingga pembagian 1.500 voucher potongan harga senilai Rp5.000. Puncak acara akan diisi pembagian 5.555 porsi mi ayam gratis sebagai upaya pemecahan Rekor MURI.


Rizal berharap Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri dapat terus menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga mampu menjadi motor penggerak UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata daerah.


"Festival ini diselenggarakan untuk masyarakat Wonogiri. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha kreatif serta meningkatkan perekonomian daerah," pungkasnya.




(Red/giyarto)