PT Djarum Bidik Wonogiri untuk Pabrik SKT, Investasi Rp5 Miliar per Unit Berpotensi Serap Hingga 8.000 Tenaga Kerja

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com – Raksasa industri rokok nasional, PT Djarum, berencana memperluas investasi dengan membangun unit produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Investasi padat karya tersebut diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.


Rencana ekspansi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran manajemen PT Djarum dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri di ruang kerja Bupati Wonogiri, Selasa (30/6/2026). Pemkab menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap masuknya investasi yang dinilai memiliki dampak ekonomi luas bagi masyarakat.


Perwakilan HRD PT Djarum, Ivan Satrio, mengatakan perusahaan menargetkan pembangunan unit produksi SKT dapat mulai direalisasikan pada tahun ini. Skema produksi dipilih karena mengandalkan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Wonogiri.


"Harapannya bisa direalisasikan tahun ini. Kami rencananya akan membuka plan produksi SKT yang bersifat padat karya," ujar Ivan.


Menurutnya, satu unit plan produksi SKT diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2,5 juta batang rokok per hari. PT Djarum juga membuka peluang membangun satu hingga empat unit produksi di Wonogiri, bergantung pada ketersediaan bangunan gudang yang memenuhi persyaratan. Nilai investasi setiap unit plan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar.


Ivan menambahkan, Wonogiri dipilih karena memiliki potensi ketersediaan tenaga kerja yang besar. Saat ini perusahaan masih melakukan survei sejumlah lokasi yang dinilai sesuai dengan ketentuan tata ruang dan kebutuhan operasional pabrik.


Sementara itu, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyambut positif rencana investasi tersebut. Menurutnya, kehadiran pabrik PT Djarum tidak hanya akan menyerap ribuan tenaga kerja, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.


"Selain membuka lapangan kerja bagi ribuan buruh linting, investasi ini juga akan menggerakkan sektor usaha mikro seperti warung makan, rumah kos, jasa transportasi, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya di sekitar kawasan pabrik," kata Setyo.


Ia mengungkapkan, tim PT Djarum sebelumnya telah mengidentifikasi delapan lokasi yang berpotensi menjadi kawasan pembangunan pabrik. Namun, lima lokasi di Kecamatan Ngadirojo tidak dapat dilanjutkan karena tidak sesuai dengan ketentuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).


Saat ini, tersisa tiga lokasi yang masih menjadi kandidat, yakni Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, serta satu lokasi di wilayah Kecamatan Sidoharjo. Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyerahkan keputusan akhir kepada pihak investor dan memastikan siap memfasilitasi seluruh proses investasi sesuai ketentuan yang berlaku.


Apabila seluruh rencana terealisasi dan empat unit produksi berhasil dibangun, investasi PT Djarum di Wonogiri berpotensi menciptakan hingga sekitar 8.000 lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu tujuan investasi padat karya di Jawa Tengah.




(Red/Giyarto)