GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Kebakaran melanda sebuah kandang sapi milik Slamet Sutrisno (61), warga Padukuhan Mengger, RT 002/RW 002, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (5/9/2026) sore.
Kebakaran diduga dipicu sisa api pembakaran jerami yang sebelumnya digunakan pemilik kandang untuk menghangatkan ternak sekaligus mengusir nyamuk. Api yang diduga belum sepenuhnya padam kemudian merembet ke tumpukan jerami kering dan material kayu di bagian atas kandang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Saat itu, Slamet membakar jerami di sekitar kandang. Setelah mengira api telah padam, ia meninggalkan lokasi untuk melaksanakan salat Magrib di rumah.
Namun, setelah selesai salat, Slamet mendapat informasi dari warga bahwa api kembali membesar. Kobaran api terlihat menjalar ke tumpukan jerami dan kayu yang berada di bagian atas kandang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan. Mereka bergotong royong melakukan pemadaman secara manual sekaligus berupaya menyelamatkan sapi yang masih berada di dalam kandang.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil Damkar Kabupaten Gunungkidul diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Proses penanganan melibatkan personel Polsek Nglipar, BPBD, Tagana, petugas Damkar, serta masyarakat setempat. Api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 18.50 WIB.
Kapolsek Nglipar AKP Paryadi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dua ekor sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, satu ekor sapi lainnya diketahui kabur saat kebakaran berlangsung dan masih dalam pencarian warga.
Kebakaran mengakibatkan bagian bangunan kandang mengalami kerusakan. Total kerugian material sementara belum diketahui dan belum ada konfirmasi resmi.
Imbauan kewaspadaan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan pembakaran jerami, sampah, maupun material mudah terbakar.
Terlebih, pembakaran dilakukan di sekitar kandang ternak atau bangunan yang menggunakan material kayu dan mudah terbakar.
Petugas mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, karena sisa bara dapat kembali menyala dan memicu kebakaran.
Tidak adanya korban jiwa maupun ternak yang mati menjadi kabar baik dalam kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini menunjukkan bahwa kelalaian kecil dalam memastikan api padam dapat berujung pada kerusakan bangunan dan kerugian material.
(Redaksi)

Social Plugin