GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Pemerintah Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) pada Senin (7/9/2026).
Forum tersebut menjadi momentum untuk menyusun prioritas pembangunan sekaligus memperkuat program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan sosial masyarakat.
Musrenbangkal berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan melibatkan unsur Pemerintah Kapanewon Girisubo dan Pemerintah Kalurahan Karangawen. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup persoalan sosial, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan hingga mitigasi bencana.
Lurah Karangawen, Erman Susilo, dalam forum tersebut memaparkan capaian pembangunan sekaligus rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kalurahan. Sejumlah usulan dari masing-masing padukuhan yang telah dihimpun menjadi bahan pembahasan untuk menentukan skala prioritas pembangunan.
Erman menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara cermat agar program yang nantinya ditetapkan mampu memberikan manfaat secara merata bagi masyarakat Karangawen.
Panewu Anom Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., mengapresiasi proses perencanaan yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Karangawen. Ia meminta seluruh peserta menjadikan Musrenbangkal sebagai ruang rembug bersama untuk menghasilkan perencanaan yang realistis, terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Perencanaan yang baik senantiasa berpegang pada empat pilar: berbasis data yang akurat, menentukan skala prioritas yang bijak, mengungkit potensi lokal yang kita miliki, dan berani mengurai masalah agar ditemukan solusinya secara bersama-sama,” kata Hari.
Menurutnya, pembangunan kalurahan tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Penguatan ketahanan keluarga dan kepedulian sosial juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan.
Ia menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dapat berdampak terhadap ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga, termasuk judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Karena itu, peran keluarga, tokoh masyarakat dan lingkungan sekitar dinilai penting untuk mencegah persoalan sosial berkembang semakin luas.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga tentang jiwa dan mental warga kita. Mari kita kuatkan kembali peran keluarga dan tokoh masyarakat untuk saling peduli, saling menjaga, agar tidak ada warga kita yang merasa sendirian saat menghadapi himpitan ekonomi maupun masalah sosial,” ujarnya.
Selain persoalan sosial, sektor kesehatan dan lingkungan turut menjadi perhatian dalam Musrenbangkal. Hari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penanganan dan pemeliharaan ternak secara aman, terutama menyikapi adanya wilayah yang masuk dalam kewaspadaan zona merah antraks.
Di bidang kesehatan masyarakat, perhatian juga diarahkan pada pencegahan stunting, pendampingan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), serta penanganan balita dengan gizi kurang.
Hari berharap program ketahanan pangan kalurahan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan pangan, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan pendampingan dalam pemenuhan gizi ibu dan anak.
Sementara itu, aspek mitigasi bencana juga diminta masuk dalam prioritas perencanaan. Potensi kebakaran dan kekeringan menjadi sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan masyarakat dan penguatan program di tingkat kalurahan.
Hari menilai semangat gotong royong dan paseduluran masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.
“Dengan gotong royong dan semangat paseduluran warga Karangawen, saya yakin kita mampu merumuskan program RKP yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga. Semoga niat baik kita hari ini membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi Kalurahan Karangawen,” pungkasnya.
Musrenbangkal Karangawen diharapkan menghasilkan rumusan RKP yang tidak hanya menjawab kebutuhan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, kepedulian lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
(Red/pupung)


Social Plugin