Memuat postingan...

Handayani Bonsai Festival II Gunungkidul Diikuti Peserta Se-Indonesia, Target Naik Kelas ke ASEAN

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Sebanyak 647 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Handayani Bonsai Festival II di Lapangan Kasatryan, Wonosari, Gunungkidul. Festival berlangsung pada 29 Agustus hingga 9 September 2026.


Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, mengatakan peserta datang dari berbagai daerah, mulai Jambi hingga Manado.


“Peserta tidak hanya dari Gunungkidul, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Hary.


Ratusan bonsai tersebut terbagi dalam empat kelas, yakni Bahan, Pratama, Madya, dan Utama. Dari Gunungkidul, tujuh bonsai masuk kelas Madya dan dua lainnya berada di kelas Utama.


Ketua Umum PPBI Pusat Alex RT, mengapresiasi festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini terus berkembang dan mampu menjangkau peserta hingga tingkat internasional, khususnya ASEAN.


“Harapannya ke depan bisa berkembang menjadi event internasional, paling tidak tingkat ASEAN,” katanya.


Festival ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-47 Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan mendapat dukungan Dana Keistimewaan DIY.


Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang akrab dipanggil Mbak Endah, menilai bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi merupakan perpaduan seni, budaya, ketekunan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.


Menurut Mbak Endah, potensi ekonomi bonsai di Gunungkidul cukup besar. Penjualan secara daring bahkan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tanaman tersebut.


“Bonsai juga telah memberikan dampak ekonomi yang nyata,” ujarnya.


Mbak Endah, mendorong potensi bonsai diintegrasikan dengan sektor pariwisata. 

Wisatawan diharapkan tidak hanya datang melihat pameran, tetapi juga mengunjungi sentra pembibitan dan budidaya bonsai yang tersebar di Gunungkidul, termasuk kawasan pesisir selatan.


Ia berharap, para pegiat bonsai terus meningkatkan kualitas karya sehingga mampu bersaing di tingkat lokal, nasional hingga internasional.


“Kita semua masih harus terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.




(Red/pupung)