GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Tiga calon Lurah Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, sepakat menjaga pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) 2026 agar berlangsung aman, damai, jujur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Kesepakatan Pemilihan Lurah Damai Kalurahan Botodayaan Tahun 2026 yang ditandatangani di Balai Kalurahan Botodayaan, Selasa (8/9/2026).
Tiga calon yang menandatangani kesepakatan tersebut yakni Sularta sebagai calon nomor urut 1, Mujiyakno nomor urut 2, dan Supadi nomor urut 3.
Dalam kesepakatan itu, ketiga calon menyatakan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam seluruh tahapan pemilihan. Mereka juga berkomitmen menghormati kebebasan setiap calon serta menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
Para calon sepakat menolak segala bentuk kekerasan dan cara-cara yang bertentangan dengan aturan untuk mencapai kepentingan politik. Apabila muncul perselisihan selama tahapan Pilur, penyelesaian akan ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun melalui musyawarah.
Komitmen terhadap pencegahan politik uang menjadi salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut. Ketiga calon menyatakan tidak akan melakukan, menganjurkan, maupun membiarkan praktik jual beli suara atau pemberian suap kepada penyelenggara pemilihan maupun masyarakat pemilih.
Selain itu, ketiganya menyatakan siap menghormati keputusan dan penilaian panitia pemilihan serta mendukung pelaksanaan seluruh tahapan Pilur sesuai aturan yang berlaku.
Memasuki tahapan kampanye, para calon juga berkomitmen menaati ketentuan yang telah ditetapkan dan bersedia menerima sanksi apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Mereka sepakat tidak melakukan intimidasi, provokasi, pelecehan, pencemaran nama baik, penghinaan, maupun tindakan lain yang dapat merendahkan harkat dan martabat calon lainnya. Kesepakatan tersebut menjadi komitmen moral bersama untuk menjaga persaudaraan dan kondusivitas masyarakat selama proses Pilur berlangsung.
Dengan adanya deklarasi tersebut, Pilur Kalurahan Botodayaan diharapkan tidak sekadar menjadi proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kedewasaan berdemokrasi di tingkat kalurahan.
Kalurahan Botodayaan tercatat sebagai satu-satunya kalurahan di Kapanewon Rongkop yang mengikuti pelaksanaan Pilur serentak Gunungkidul 2026. Dengan tiga calon yang telah menyatakan komitmen bersama, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab tanpa tekanan maupun politik uang.
(Red/pupung)

Social Plugin