Ticker

6/recent/ticker-posts
Slide 1 Slide 2

Perkampungan Wota Wati Tak Pernah Melihat Terbit Dan Tenggelamnya Matahari




Gunungkidul(Wartajawatengah.com)- Kampung unik berada ditepi Bengawan Solo Purba,yang sulit melihat terbit dan tenggelamnya matahari. Kampung ini terletak di Dusun Wota-Wati, Kalurahan Pucung,Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul,Yogyakarta, Jumat (29/03/2024).



Perkampungan tersebut berada di lembah, dan kelilingi perbukitan, membuat warga di desa ini baru akan melihat matahari pada pukul 08.00 WIB. Pada sore hari, sinar matahari sudah tak dapat dilihat lagi pada pukul 15.00 WIB.


Kampung tersebut menikmati terik matahari hanya sekitar 7jam, Itupun dengan catatan kondisi cuaca cerah.Tingginya perbukitan yang mengapit wilayah Dusun Wota Wati, membuat sinar matahari sulit menembusnya.


Perkampungan yang tak pernah melihat matahari terbit dan terbenam ini, menjadi viral di media sosial.Dusun Wota-wati berpenghuni sekitar 500 jiwa, sangat menarik perhatian banyak orang untuk mengunjunginya,ketika 

sempat viral di beberapa media sosial.


Salah satu warga Dusun Wota wati Totok Suharmanto mengaku, baru melihat matahari terbit di atas pukul 08.00 WIB, dan sekitar pukul 15.00 WIB, matahari tidak terlihat lagi.


 "Dahulu katanya daerah sini merupakan aliran Bengawan Solo purba, namun telah mengering," ungkap Totok.


Bengawan Solo purba yang mengering, akhirnya dimanfaatkan warga membuka lahan pertanian disusul kemudian pembangunan permukiman penduduk, hingga kini menjadi Dusun Wota Wati.




Dusun Wota Wati,terdapat 4 RT dihuni oleh 80 kepala keluarga dan rata-rata penduduk bekerja sebagai petani dan buruh.

Warga Wota Wati,sudah terbiasa dengan kondisi alam yang terlambat mendapatkan sinar matahari, dan hal itu menjadi berkah tersendiri bagi warga.Setiap harinya tetap beraktifitas ke ladang untuk melakukan pertanian seperti biasa.


Dusun Wota Wati berjarak sekitar 75 km dari pusat Kota Yogyakarta,untuk mengunjungi

Perkampungan tersebut dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 2,5-3 jam dari Yogyakarta.



(Red/Pupung)

Posting Komentar

0 Komentar