YOGYAKARTA, DIY || wartajawatengah.com — Aksi premanisme kembali meresahkan warga di kawasan Jalan Glagahsari, Kota Yogyakarta. Pada Sabtu (29/11/2025) malam, sebuah gerobak dagang milik pedagang setempat dirusak oleh seorang pria yang diduga melakukan pemalakan terhadap pedagang lain.
Peristiwa tersebut viral di media sosial dan disebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan keterangan korban yang enggan identitasnya dipublikasikan, ia tidak berada di lokasi saat kejadian karena gerobaknya telah tutup. Ia baru mengetahui perusakan tersebut setelah mendapat telepon dari pedagang angkringan yang masih berjualan di sekitar lokasi.
“Posisi saya sudah di kos, tiba-tiba ditelpon yang jualan angkringan, katanya gerobak dagangku dilempar sampe pecah sama orang,” ujarnya.
Pelaku sebelumnya diduga meminta sejumlah uang kepada pedagang angkringan. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, pelaku pergi namun kembali dengan membawa batu besar dan melemparkannya ke gerobak korban. Akibatnya, kaca gerobak pecah berantakan dengan serpihan kaca dan batu besar yang masih berada di dalam gerobak.
Korban menyebutkan bahwa aksi pemalakan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Namun, kejadian kali ini dinilai sudah melewati batas karena adanya unsur perusakan fasilitas dagang.
“Menurutku sudah kebangetan sih ini, karena sampai ngerusak fasilitas dagang orang,” keluhnya.
Korban berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus ini dan memberikan rasa aman kepada para pedagang. Ia juga menyampaikan harapan agar pelaku menunjukkan itikad baik atas perbuatannya.
“Mohon buat saudara yang bersangkutan, itikad baiknya,” ujarnya.
Para pedagang di Jalan Glagahsari kini semakin khawatir dan meminta perhatian serius dari pihak keamanan setempat agar tindakan premanisme dan perusakan serupa tidak kembali terulang. Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat meningkatkan patroli dan penegakan hukum di wilayah tersebut demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
(Red/S.pri)


Social Plugin