KARANGANYAR, JATENG || wartajawatengah.com – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganyar yang berlokasi di Jaten resmi menghentikan kegiatan memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (2/2/2026). Penghentian ini terjadi meski dapur tersebut baru beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.
Keputusan penghentian sementara itu tertuang dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala SPPG Karanganyar Jaten, Fabian Handy Saputra. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa operasional tidak dapat dilanjutkan karena hingga kini dana bantuan pemerintah sebagai sumber pembiayaan program MBG belum diterima.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses produksi dan distribusi makanan bergizi yang belum dapat berjalan secara optimal. Padahal, program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Penjabat Kepala Desa Jaten, Andy Almaududi, membenarkan adanya penghentian sementara operasional SPPG tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak awal, layanan SPPG lebih banyak difokuskan untuk peserta didik, sementara pelayanan bagi ibu hamil dan menyusui masih sangat terbatas.
“Dari informasi yang kami terima, SPPG sudah beroperasi beberapa bulan lalu untuk melayani peserta didik. Untuk pelayanan ibu hamil dan menyusui baru berjalan dua kali, kemudian dihentikan sementara,” ujar Andy.
Andy menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak desa, penghentian operasional ini berkaitan langsung dengan belum adanya transfer dana dari pemerintah pusat.
“Info yang kami terima memang karena belum ada dana transfer dari pemerintah pusat,” imbuhnya.
Meski demikian, pihak SPPG menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara. Operasional dapur MBG akan kembali dijalankan setelah dana bantuan pemerintah diterima dan kondisi operasional dinilai memungkinkan.
Penghentian sementara layanan SPPG Karanganyar Jaten ini menjadi perhatian, mengingat unit tersebut tergolong baru beroperasi dan diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
(Red/Hendri P)

Social Plugin