GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Penonaktifan puluhan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Gunungkidul berdampak langsung pada melonjaknya antrean warga di Mal Pelayanan Publik (MPP). Dalam beberapa hari terakhir, ratusan warga mendatangi gedung pelayanan terpadu itu untuk mengurus reaktivasi kartu BPJS yang mendadak nonaktif.
Kepala Sub Unit Pelayanan MPP Gunungkidul, Etni Priskila Saweho, mengungkapkan terjadi peningkatan signifikan jumlah pemohon. Jika pada Senin tercatat 165 pemohon, jumlah tersebut melonjak menjadi 288 orang pada Selasa (3/2/2026).
“Ini saja sudah menyentuh 150-an pemohon. Kami antisipasi kekuatan personel karena warga terus berdatangan untuk konfirmasi dan mengaktifkan kembali kartu mereka,” ujar Etni, Rabu (4/2/2026).
Menghadapi situasi tersebut, manajemen MPP segera melakukan penyesuaian skema pelayanan. Loket Dinas Sosial (Dinsos) yang semula hanya dibuka dua titik akan ditambah menjadi empat loket mulai Kamis (5/2/2026), guna mengurai antrean dan menekan penumpukan pemohon.
“Karena pengunjung membeludak, kami siapkan perlengkapan pendukung. Loket dan personel dari Dinsos kami tambah agar pelayanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Meski jam operasional MPP berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, Etni menyebut adanya pembatasan kuota pendaftaran khusus layanan Dinsos sebanyak 150 pemohon per hari. Pembatasan tersebut dilakukan menyesuaikan kemampuan pemrosesan data di bagian back office.
“Prosesnya tidak berhenti di loket saja, tapi berlanjut ke back office. Karena itu alurnya kami atur agar semua yang sudah terdaftar tetap bisa diproses,” imbuhnya.
Terkait prosedur teknis dan persyaratan reaktivasi BPJS PBI, pihak MPP mengarahkan warga untuk berkonsultasi langsung dengan petugas Dinsos. MPP, kata Etni, fokus menjaga alur pelayanan tetap kondusif di tengah lonjakan pemohon.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Gunungkidul, Suyono, menegaskan penonaktifan kepesertaan BPJS PBI dilakukan melalui proses verifikasi dan penyusutan data agar subsidi pemerintah tepat sasaran.
“Untuk masyarakat kategori desil 1 sampai 5 tidak perlu khawatir. Status kepesertaan mereka dipastikan tetap aman,” tegas Suyono.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar 462 ribu jiwa yang tercatat aktif sebagai peserta BPJS PBI di Gunungkidul. Bagi warga yang terdampak penonaktifan namun sedang menjalani perawatan medis, Dinsos telah menyiapkan mekanisme reaktivasi cepat.
(Red/pupung)

Social Plugin