Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi pemateri dalam kegiatan MES Goes To School: Gaya Hidup Halal Gen-Z dengan tema “Remaja Masa Kini: Tantangan, Risiko, dan Harapan” di MA Al-Islam Jamsaren, Surakarta, Sabtu (31/1/2026).
Astrid menilai generasi Z hidup di era yang serba cepat, penuh peluang namun juga menyimpan berbagai risiko. Tekanan akademik, ekspektasi keluarga, hingga budaya saling membandingkan diri di media sosial kerap menjadi pemicu stres dan kecemasan pada remaja.
“Remaja sering mengalami kebingungan nilai, konflik dengan orang tua, dan mudah terpengaruh lingkungan. Perbandingan di media sosial juga bisa memicu stres, kecemasan, bahkan depresi,” ujar Astrid.
Menurutnya, isu kesehatan mental perlu dibicarakan secara terbuka agar tidak menjadi beban yang dipendam. Astrid menegaskan bahwa stres tidak selalu berdampak buruk, selama dapat dikelola dan disikapi dengan cara yang tepat.
“Stres itu soal bagaimana kita bereaksi. Apakah kita memilih bereaksi secara positif atau negatif, itu yang menentukan arah kehidupan kita,” katanya.
Selain itu, Astrid juga mengingatkan generasi Z untuk mewaspadai berbagai perilaku berisiko, mulai dari kenakalan remaja hingga beragam bentuk adiksi, seperti kecanduan gawai, judi online, serta paparan konten negatif yang berpotensi merusak masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan karakter sebagai fondasi utama bagi generasi muda. Menurut Astrid, kreativitas harus berjalan seiring dengan akhlak, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur.
“PR kita bukan hanya soal kreativitas, tetapi bagaimana kreativitas itu dibungkus dengan akhlak, karakter, dan nilai yang dijunjung tinggi,” tegasnya.
Melalui program MES Goes To School, Pemerintah Kota Surakarta bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong penerapan gaya hidup halal di kalangan generasi Z, tidak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga mencakup pola hidup sehat, keseimbangan mental, serta penguatan spiritual.
Astrid pun mengajak para pelajar untuk memilih lingkungan yang positif, bijak dalam bermedia sosial, serta menjaga kesehatan mental dan spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
(Red/Ferdinan.s)

Social Plugin