GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Metode pembelajaran berbasis pengalaman kembali diterapkan oleh Kinderstation Primary School melalui kegiatan outing class di Taman Hutan Raya Bunder, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (20/2/2025). Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pendidikan lingkungan secara langsung di alam terbuka.
Puluhan siswa mengikuti rangkaian aktivitas edukatif luar ruang, mulai dari jelajah jalur hutan, penanaman bibit pohon, hingga pengenalan satwa. Sejak pagi hari, rombongan tiba dan langsung mengikuti pengarahan dari pendamping serta petugas kawasan konservasi.
Dalam kegiatan trekking, para siswa menyusuri jalur setapak di bawah tegakan mahoni, jati, angsana, dan akasia. Sepanjang perjalanan, mereka mendapatkan penjelasan tentang fungsi hutan, jenis vegetasi, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Agenda berlanjut dengan praktik penanaman bibit pohon. Dengan pendampingan petugas, para siswa mempelajari teknik dasar menanam yang benar, mulai dari membuat lubang tanam hingga penutupan tanah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Interaksi edukatif juga dilakukan di area penangkaran rusa. Para siswa diberi kesempatan memberi pakan rusa timor sambil mendapatkan penjelasan mengenai perilaku satwa dan pentingnya perlindungan habitat.
“Tadi seru sekali bisa kasih makan rusa langsung dan belajar cara menanam pohon supaya hutan tetap hijau,” ujar salah satu siswa peserta kegiatan.
Sebagai penutup, para siswa diminta menuliskan jurnal refleksi di bawah pepohonan. Mereka menuangkan pengalaman hari itu dalam bentuk catatan dan gambar sebagai bagian dari penguatan materi pembelajaran.
Pihak sekolah menyatakan outing class menjadi metode efektif untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktik nyata di lapangan, sekaligus menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran lingkungan pada siswa.
(Redaksi)


Social Plugin