Dianggarkan Rp38,2 Miliar, Pemkab Wonogiri Garap 12 Proyek Jalan pada 2026

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp38,2 miliar untuk pembangunan dan perbaikan 12 ruas jalan pada tahun 2026. Proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan dijadwalkan mulai dikerjakan setelah Lebaran 2026 guna menghindari gangguan arus mudik dan arus balik.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyampaikan bahwa dari total 12 paket pekerjaan, enam di antaranya merupakan pembangunan ulang dan enam lainnya pemeliharaan berkala.


“Pembangunan ulang berarti seluruh badan jalan dibongkar dan diganti dengan material baru. Sedangkan pemeliharaan berkala hanya dilakukan pada bagian ruas yang mengalami kerusakan, sementara yang masih baik tidak dibongkar,” jelas Prihadi, Senin (23/2/2026).


A. Enam proyek pembangunan meliputi:


1. Jalan Eromoko–Tegalrejo, Kecamatan Eromoko

Panjang 2.800 km, lebar 4 meter, perkerasan beton, anggaran Rp8,4 miliar.


2. Jalan Miri–Lemahbang, Kecamatan Kismantoro

Panjang 1.250 km, lebar 3,5 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp3,4 miliar.


3. Jalan Gesing–Kembangan, Kecamatan Kismantoro

Panjang 2.300 km, lebar 4 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp2,8 miliar.


4. Jalan Paranggupito–Gudangharjo, Kecamatan Kismantoro

Panjang 1.100 km, lebar 4 meter, perkerasan beton, anggaran Rp2 miliar.


5. Jalan Girimarto–Jatipurno, Kecamatan Girimarto

Panjang 1.000 km, lebar 4 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp1,5 miliar.


6. Jalan Kepyar–Waleng, Kecamatan Girimarto

Panjang 3.000 km, lebar 3 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp3 miliar.

Enam Proyek Pemeliharaan Berkala


B. Adapun enam proyek pemeliharaan berkala meliputi:


1. Jalan Made–Tunggur, Kecamatan Slogohimo

Panjang 2.500 km, lebar 3 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp2,5 miliar.


2. Jalan Kopen–Jangglan, Kecamatan Jatiroto

Panjang 2.465 km, lebar 3 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp2,9 miliar.


3. Jalan Watudono–Colo, Kecamatan Ngadirojo

Panjang 2.200 km, lebar 3 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp4 miliar.


4. Jalan Made–Girikerto, Kecamatan Wonogiri

Panjang 1.000 km, lebar 3,5 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp1,9 miliar.


5. Dalam Kota Jatipurno, Kecamatan Jatipurno

Panjang 2.000 km, lebar 3 meter, perkerasan AC-WC, anggaran Rp1,7 miliar.


6. Jalan Temon–Setrorejo, Kecamatan Baturetno

Panjang 4.500 km, lebar 1,5 meter, perkerasan beton, anggaran Rp4 miliar.


Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas meski kondisi fiskal daerah tengah menghadapi keterbatasan akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.


“Di tengah keterbatasan anggaran, kami tetap memprioritaskan infrastruktur jalan karena ini kebutuhan dasar masyarakat dan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi,” ujar Setyo.


Menurutnya, perbaikan jalan merupakan aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam berbagai forum dialog dan musrenbang. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.


Pemkab Wonogiri menargetkan seluruh proyek berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan pada 2026.



 (Red/giyarto)