GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Antusiasme warga dalam menyambut Hari Jadi ke-110 Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, terlihat begitu tinggi. Partisipasi aktif masyarakat dari 21 padukuhan menjadi bukti kuat semangat gotong royong dalam mengangkat potensi dan kebanggaan kalurahan, Selasa (7/4/2026).
Berbagai persiapan dilakukan secara swadaya, mulai dari penggalangan dana hingga penyusunan rangkaian kegiatan. Warga sepakat memberikan iuran sebesar Rp70.000 per kepala keluarga demi menyukseskan peringatan tersebut. Dari iuran tersebut, telah terkumpul dana sekitar Rp80 juta, dari total kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp108 juta. Kekurangan anggaran tidak menyurutkan semangat panitia dan pemuda setempat.
Karang Taruna Lokanawasena mengambil peran strategis dengan berkomitmen menutup kekurangan melalui berbagai kegiatan, seperti pengelolaan parkir, penyelenggaraan turnamen bola voli, hingga pengajuan proposal bantuan ke berbagai pihak.
Selain itu, aspek pelestarian budaya juga menjadi perhatian utama. Berbagai pertunjukan seni seperti tari tradisional dan jatilan tengah dipersiapkan secara intensif. Latihan rutin digelar setiap akhir pekan, baik untuk seni tari maupun jatilan, yang dikelola oleh Karang Taruna Lokanawasena bersama sanggar seni setempat.
Lurah Kalurahan Botodayaan, Wasija A.Md, mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang begitu tinggi dalam menyukseskan agenda tersebut. Ia menilai momentum hari jadi bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan identitas budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Lokanawasena, Marsidi, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala, khususnya terkait keterbatasan sarana seperti peralatan dan kostum yang hingga kini masih harus disewa.
“Harapan kami, ke depan ada perhatian lebih dari dinas terkait, terutama dalam mendukung pengembangan seni dan budaya di kalurahan. Sehingga tidak sepenuhnya membebani masyarakat,” ujarnya.
Senada, Ketua Sanggar Seni, Endro Subekti, menambahkan bahwa semangat generasi muda dalam melestarikan budaya lokal patut diapresiasi dan didukung secara berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat, warga Kalurahan Botodayaan optimistis peringatan Hari Jadi ke-110 akan berlangsung meriah sekaligus menjadi momentum penting dalam mengangkat potensi kalurahan ke tingkat yang lebih luas.
(Red/pupung)

Social Plugin