Bupati Gunungkidul Sesalkan Aksi Freestyle Mobil di Lintasan Atlet, Oknum Tak Bertanggung Jawab Disorot

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan aksi mobil freestyle yang menggunakan lintasan sepatu roda milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Aksi tersebut menuai sorotan tajam dari masyarakat hingga pemerintah daerah, karena dinilai menyalahgunakan fasilitas publik yang diperuntukkan bagi atlet.


Lintasan tersebut diketahui merupakan aset Pemda yang dibangun khusus untuk mendukung pembinaan atlet sepatu roda dalam persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda), termasuk sebagai sarana latihan bagi atlet muda berbakat yang tengah mengharumkan nama Indonesia, seperti Veda Ega Pratama.


Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara tegas menyayangkan aksi tersebut. Ia menilai penggunaan lintasan untuk atraksi freestyle mobil sangat tidak tepat dan berpotensi merusak fasilitas yang diperuntukkan bagi kepentingan olahraga dan generasi muda.


“Lintasan itu dibangun untuk atlet, untuk persiapan Porda di Kulon Progo, dan juga menjadi tempat latihan atlet-atlet muda yang membawa nama baik daerah bahkan Indonesia. Sangat disayangkan jika digunakan untuk kepentingan lain yang tidak semestinya,” tegas Bupati Endah dalam keterangannya.


Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut diduga diprakarsai oleh oknum yang disebut-sebut berinisial AD dan CD. Keduanya diduga menggunakan lintasan secara bebas untuk melakukan manuver kendaraan, tanpa mempertimbangkan dampak terhadap fasilitas maupun pengguna lainnya.


Sejumlah warga dan komunitas pengguna lintasan sepatu roda juga mengaku keberatan dan meminta adanya tindakan tegas. Mereka menilai tindakan tersebut bukan hanya melanggar etika penggunaan fasilitas umum, tetapi juga berpotensi merusak sarana yang dibangun dengan anggaran negara.


“Kalau sampai rusak, ini jelas merugikan masyarakat luas. Tidak cukup hanya dengan janji siap memperbaiki, karena proses perbaikan itu juga memakan waktu dan mengganggu aktivitas latihan atlet,” ungkap salah satu perwakilan pengguna lintasan.


Kritik pun mengarah pada sikap oknum yang dinilai arogan dan tidak bertanggung jawab. 

Aksi tersebut dianggap mencederai semangat pembinaan olahraga daerah, terlebih lintasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung prestasi atlet, termasuk lintasan yang pernah digunakan untuk latihan tim dan pembalap muda berbakat.


Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diharapkan segera mengambil langkah tegas, baik berupa teguran maupun sanksi, guna menjaga aset daerah tetap terawat dan digunakan sesuai peruntukannya. Selain itu, pengawasan terhadap fasilitas publik juga perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


“Fasilitas ini dibangun dari uang rakyat untuk kepentingan atlet dan masyarakat. Tidak boleh disalahgunakan. Kami akan evaluasi dan tindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Bupati Gunungkidul.





(Red/pupung)