KARANGANYAR, JATENG || wartajawatengah.com – Objek wisata Grojogan Sewu Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, mengalami penurunan kunjungan wisatawan meski memasuki akhir pekan. Kondisi sepi pengunjung ini telah dirasakan sejak sekitar satu bulan terakhir dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut.
Lesunya arus wisatawan paling dirasakan para pedagang lokal yang menggantungkan penghasilan di area cagar budaya Grojogan Sewu. Salah satunya Konek, pedagang stroberi yang telah berjualan selama 27 tahun. Ia mengaku pendapatannya menurun drastis seiring berkurangnya jumlah pengunjung.
“Sudah sepi sekitar satu bulanan ini. Katanya tiket masuknya kemahalan bagi tamu,” ujar Konek saat ditemui wartawan.
Menurutnya, kelesuan kunjungan juga dipicu oleh tutupnya sejumlah fasilitas pendukung di sekitar objek wisata. Kondisi tersebut membuat wisatawan enggan berlama-lama berada di lokasi.
“Harapan saya yang penting di sini lancar lagi, bisa jualan lagi. Jangan sampai rezeki masyarakat dibatasi,” tuturnya.
Di sisi lain, pergeseran minat wisatawan ke destinasi alternatif turut mempengaruhi tingkat kunjungan ke Grojogan Sewu. Seorang pengunjung, Eddo, menilai wisatawan kini lebih tertarik pada tempat yang menawarkan konsep baru dan inovatif.
“Wisatawan lebih memilih berkunjung ke tempat wisata lain, seperti kafe-kafe di sepanjang jalan utama Tawangmangu. Di sana justru lebih ramai,” katanya.
Eddo menambahkan, fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola Grojogan Sewu untuk terus berbenah dan berinovasi agar tetap kompetitif.
“Perlu inovasi supaya tetap menarik dan mampu mendatangkan wisatawan baru ke Tawangmangu,” pungkasnya.
(Red/hendri.p)


Social Plugin