Puluhan Pelaku UMKM Geruduk BRI Wonosari, Tolak Rencana Lelang Aset Nasabah

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Puluhan orang yang mengatasnamakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang BRI Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (09/02/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana lelang aset milik sejumlah nasabah UMKM yang dinilai tidak mencerminkan asas keadilan dan kemanusiaan.


Massa aksi berasal dari Perkumpulan Mergo Gesang Manunggal Karso Abadi, Gerakan Rakyat Bersatu untuk Keadilan dan Kemanusiaan (GEBUKK), serta didukung sejumlah organisasi kemasyarakatan. Mereka mendesak pihak bank untuk membatalkan atau setidaknya menunda proses lelang aset nasabah yang terdampak kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19.


Kuasa hukum Perkumpulan Mergo Gesang Manunggal Karso Abadi, Waljito, S.H., menyatakan aksi tersebut ditempuh sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan anggota UMKM dari kehilangan aset produktif. Menurutnya, para nasabah yang terancam lelang merupakan pelaku usaha yang usahanya terpuruk sejak pandemi dan hingga kini belum sepenuhnya pulih.


“Kami meminta pihak bank mengkaji ulang kebijakan lelang. Klien kami hanya meminta waktu untuk menyelesaikan kewajiban kreditnya karena kondisi usaha masih sulit,” ujar Waljito di sela aksi.


Ia menjelaskan, aset yang direncanakan dilelang merupakan milik Muryanto warga Wonosari, Rujiyono warga Trowono, Kapanewon Paliyan, serta Sukrisno Wijayanto warga Paliyan. Dari hasil mediasi yang dilakukan di Kantor Cabang BRI Wonosari, disepakati bahwa rencana pelelangan tersebut dibatalkan sementara guna membuka ruang penyelesaian lanjutan.


“Kami berharap BRI sebagai bank milik negara dapat menunjukkan kebijaksanaan dan keberpihakan kepada UMKM,” kata Waljito.


Selain menuntut pembatalan lelang, massa aksi juga meminta agar ke depan perbankan lebih mengedepankan penyelesaian kredit yang berkeadilan dan humanis. Tuntutan tersebut, menurut Waljito, sejalan dengan surat edaran DPR RI, DPRD DIY, imbauan Menteri UMKM, serta kebijakan pemerintah pusat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.


“Klien kami punya itikad baik untuk membayar. Hanya saja mereka membutuhkan waktu, bukan langsung diputuskan lelang,” tegasnya.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak BRI Wonosari belum memberikan keterangan resmi. Salah satu perwakilan bank yang ditemui menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan internal dan berjanji akan memberikan pernyataan resmi dalam dua hingga tiga hari ke depan.





(Red/pupung)