Bupati Gunungkidul Dorong Budidaya Akar Wangi di Semin, Solusi Ekonomi dan Mitigasi Longsor

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melakukan kunjungan kerja ke Dusun Gepuh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, dalam rangka mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis potensi lokal sekaligus mitigasi bencana alam.


Dalam kunjungannya, Bupati meninjau langsung kegiatan Kelompok Gabungan Tani (Gapoktan) yang dipimpin oleh Ketua Gapoktan, Pak Jujur, yang saat ini fokus membudidayakan tanaman akar wangi (Chrysopogon zizanioides). Tanaman yang juga dikenal sebagai vetiver ini merupakan jenis rumput aromatik menahun yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku minyak atsiri berkualitas premium untuk industri kosmetik global.


Selain bernilai ekonomis, akar wangi memiliki manfaat ekologis yang signifikan. Sistem perakarannya mampu menembus hingga kedalaman sekitar lima meter, sehingga efektif dalam mencegah erosi dan tanah longsor. Tanaman ini juga dikenal mampu menyerap logam berat, sehingga berperan dalam menetralisir tanah yang tercemar.



Bupati Endah menegaskan bahwa pengembangan akar wangi menjadi salah satu langkah strategis, mengingat sejumlah wilayah di Gunungkidul seperti Gedangsari, Ngawen, Nglipar, hingga Ponjong memiliki potensi kerawanan tanah longsor yang cukup tinggi.


Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian telah menjalin kerja sama untuk penyediaan bibit akar wangi yang nantinya akan disalurkan ke wilayah-wilayah rawan bencana sebagai bagian dari upaya mitigasi berbasis vegetasi.


Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor, agar mulai membudidayakan tanaman akar wangi.


“Selain memberikan nilai ekonomi bagi petani, akar wangi juga memiliki fungsi penting dalam menjaga struktur tanah. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana longsor,” ujarnya.




(Red/pupung)