GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan program gotong royong “Warga Gayeng Guyub” yang digalakkan di setiap kalurahan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembangunan infrastruktur daerah sekaligus menjaga nilai-nilai luhur kebersamaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul panggilan akrab Mbak Endah, saat meninjau langsung pelaksanaan pembangunan berbasis gotong royong di wilayah Kapanewon Nglipar, Kamis (21/5/2026).
Menurut Mbak Endah, semangat gotong royong harus terus dipertahankan sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Gunungkidul. Program tersebut juga menjadi bagian dari visi dan misi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang guyub, harmonis, dan saling peduli.
“Semangat gotong royong harus dipertahankan demi kemajuan daerah Gunungkidul. Program ini merupakan perwujudan visi misi untuk menciptakan warga yang guyub,” ujar Mbak Endah.
Ia menjelaskan, kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran sekaligus menyerap aspirasi dan mengetahui kondisi riil warga di lapangan.
“Jika saya hanya diam di kantor kabupaten, saya tidak akan tahu apakah warga saya lapar, apakah hasil panennya bagus, atau apakah jalannya rusak,” katanya.
Bupati Gunungkidul menambahkan, program gotong royong tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia terkait revitalisasi wilayah serta perlindungan lingkungan dari potensi bencana banjir maupun longsor.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bersama-sama akan membawa dampak positif bagi masyarakat, mulai dari memperlancar akses ekonomi hingga meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pembangunan infrastruktur ini dapat membawa berkah, mempermudah akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Panewu Nglipar, Sugito mengatakan kegiatan gotong royong menjadi prioritas utama pemerintah kapanewon dalam menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur kebersamaan melalui pola pembangunan berbasis swadaya masyarakat.
Menurut Sugito, terdapat tujuh kalurahan di wilayah Kapanewon Nglipar yang secara serentak melaksanakan pembangunan fisik melalui skema gotong royong tersebut.
“Program ini menjadi pancingan swadaya masyarakat agar budaya kebersamaan tetap hidup dan terus berkembang,” ujarnya.
Ia mencontohkan, di Kalurahan Pilangrejo telah dilakukan pengecoran jalan di Padukuhan Ngangkruk sepanjang kurang lebih 112 meter dengan lebar tiga meter dan ketebalan 10 sentimeter.
Selain Pilangrejo, pembangunan fisik juga dilaksanakan di sejumlah kalurahan lain seperti Natah, Kedungpoh, Pengkol, dan beberapa wilayah lainnya di Kapanewon Nglipar.
Dalam kesempatan tersebut, Sugito juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan, khususnya jajaran Koramil Nglipar, yang turut mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Terutama kepada Danramil Nglipar yang terus mengawasi pembangunan jembatan hingga malam hari demi memastikan pekerjaan selesai sesuai target,” tandasnya.
(Red/Pupung)

Social Plugin