Kirab Budaya Wiyosan Dalem, Bupati Gunungkidul Kibarkan Panji "Podhang Ngisep Sari" Bawa Semangat Ketahanan Pangan

YOGYAKARTA, DIY || wartajawatengah.com — Ribuan gelondong pengarem-arem diarak melintasi jalanan protokol Kota Yogyakarta sebagai simbol bakti rakyat kepada pemimpinnya dalam rangka memperingati usia ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (2/4/2026).


Kirab budaya yang berlangsung khidmat ini diikuti sekitar 10.000 hingga 12.000 warga bersama lurah dan pamong kalurahan dari 438 kalurahan dan kelurahan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka berjalan bersama menuju Keraton Yogyakarta dalam rangka sowan massal, membawa beragam hasil bumi seperti singkong, pepaya, beras, ketela, kelapa, hingga ternak ayam dan angsa.


Momentum Mangayubagyo Wolung Dasa Taun Yuswa Dalem tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi keberhasilan pengelolaan Tanah Kas Desa yang telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.


Kabupaten Gunungkidul dengan panji podhang ngisep sari, tampil menonjol dalam kirab tersebut dengan jumlah peserta terbanyak. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari hampir 3.000 perangkat kalurahan dan tokoh masyarakat dari 144 kalurahan.


Selain jumlah peserta yang besar, Gunungkidul juga membawa hasil bumi unggulan yang mencuri perhatian, seperti durian Nglanggeran hingga ketela seberat 20 kilogram sebagai simbol kekuatan sektor pertanian daerah.


Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X.


"Atas nama seluruh warga masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, kami mengucapkan mangayubagyo Wolung Dasa Taun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono Kaping Sedasa. Semoga beliau senantiasa ngayomi, ngayemi, lan ngayani masyarakat di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta serta menjadi pelindung dan panutan, sehingga DIY tetap tata titi tentrem, gemah ripah loh jinawi, kerta raharja," ujarnya.



Mbak Endah menegaskan, partisipasi besar dari Gunungkidul merupakan representasi kekuatan wilayahnya yang didominasi sektor pertanian.


"Karena kami terdiri dari 144 kalurahan dan hampir 3.000 peserta hadir, serta 46,63 persen wilayah DIY berada di Gunungkidul, maka hasil bumi yang kami bawa ini menjadi wujud rasa syukur atas wiyosan dalem beliau. Semoga beliau panjang usia, agung rezeki, dan selalu menjadi pengayom bagi masyarakat DIY," paparnya.


Lebih lanjut, Bupati Gunungkidul mengaitkan capaian tersebut dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif.


"Berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Gunungkidul berada di posisi kedua di DIY setelah Sleman, dengan sektor pertanian sebagai penyumbang utama. Ini sejalan dengan program strategis nasional terkait ketahanan pangan, sehingga sektor pertanian akan terus kami dorong untuk memperkuat lumbung pangan daerah," tandasnya.




(Red/pupung)