WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com — Kecelakaan kerja kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial FLA (20), warga Kecamatan Kismantoro, meninggal dunia setelah tersengat listrik bertegangan tinggi saat memasang jaringan Wifi di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (4/4/2026) sore.
Peristiwa tragis itu terjadi di area tiang dekat Masjid Qulillhaq. Saat kejadian, korban diketahui tengah bekerja bersama dua rekannya untuk memasang jaringan Wifi di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama rekannya terlebih dahulu memasang tangga untuk memanjat tiang. Salah satu rekan bertugas memegang tangga, sementara korban naik ke atas sambil membawa kabel yang akan dipasang.
Namun nahas, saat berada di ketinggian, korban diduga tidak sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang berada di sekitar lokasi. Sengatan listrik mengenai bagian kepala korban hingga membuatnya terjatuh dari atas dengan posisi kepala lebih dulu membentur tanah.
Akibat insiden tersebut, pakaian korban sempat terbakar. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsek Sidoharjo. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memastikan kronologi kejadian.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya korban dalam kecelakaan kerja itu.
“Korban diduga tersengat listrik bertegangan tinggi saat memasang jaringan Wifi. Kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi untuk memastikan kejadian,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan yang berisiko tinggi, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.
Polisi mengimbau kepada masyarakat maupun pekerja lapangan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja. Setiap aktivitas yang berpotensi membahayakan, khususnya di sekitar jaringan listrik, harus dilakukan dengan prosedur yang tepat serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar.
Penggunaan alat pelindung diri (APD), pemahaman terhadap risiko di lapangan, serta koordinasi dengan pihak terkait menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
(Red/giyarto)

Social Plugin