TAWANGMANGU, JATENG | wartajawatengah.com – Hilangnya ikon Patung Garuda di kawasan Pertapaan Pringgondani, Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memicu keprihatinan sekaligus kecaman dari berbagai pihak. Peristiwa yang diduga merupakan aksi pencurian tersebut dinilai bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa, tetapi juga mencederai kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual tinggi.
Pertapaan Pringgondani merupakan salah satu petilasan yang berada di kawasan hutan Perhutani, di lereng barat Gunung Lawu pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dikenal sebagai tempat laku spiritual yang telah lama didatangi masyarakat dari berbagai daerah, bahkan disebut pernah menjadi lokasi bertapa sejumlah tokoh nasional, pejabat, hingga kalangan pengusaha.
Patung Garuda yang berada di atas tugu ikon Pertapaan Pringgondani diketahui hilang saat NR (40), warga Blumbang yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut, melakukan pengecekan pada Senin (13/7/2026).
Patung Diduga Dicuri pada Malam Hari
NR mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan patung itu hilang. Namun, saat melihat tugu tersebut, ikon Garuda sudah tidak berada di tempatnya.
"Saya tidak tahu persis kapan hilangnya. Saat saya melihat pada hari Senin, Patung Garuda sudah tidak ada. Sebelumnya masih utuh. Kemungkinan pelaku beraksi pada malam hari," ujar NR.
Menurutnya, Patung Garuda tersebut bukan terbuat dari batu, melainkan berbahan tembaga sehingga memiliki nilai ekonomi yang diduga menjadi motif pencurian.
NR juga mengungkapkan bahwa aksi pencurian di kawasan wisata spiritual tersebut bukan kali pertama terjadi.
Ia menyebut, kotak amal di area Pertapaan Pringgondani pernah dibobol hingga empat kali. Selain itu, di kawasan Tlogo Wali juga beberapa kali terjadi pencurian tabung gas kecil, yang diperkirakan telah mencapai delapan tabung. Bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, hingga gula juga dilaporkan beberapa kali hilang.
Rangkaian kejadian tersebut dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kawasan yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata spiritual di lereng Gunung Lawu.
Pimpinan Redaksi Warta Jawa Tengah, Pupung Isbudaya, mengecam keras aksi pencurian tersebut dan meminta aparat penegak hukum tidak menganggap remeh kasus itu.
Menurutnya, Patung Garuda di kompleks Pertapaan Pringgondani bukan sekadar ornamen, melainkan simbol penting yang memiliki makna filosofis dan spiritual.
"Patung Garuda merupakan ikon sekaligus simbol penjaga kawasan spiritual Pertapaan Pringgondani. Kehilangannya bukan hanya kerugian material, tetapi juga melukai nilai budaya dan spiritual yang selama ini dijaga masyarakat. Kami mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini hingga pelakunya ditangkap," tegas Pupung.
Ia menambahkan, simbol Garuda di kawasan tersebut melambangkan keberanian, kemurnian hati, kekuatan batin, sekaligus menjadi pengingat nilai-nilai luhur dalam perjalanan spiritual.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan situs yang memiliki nilai budaya dan spiritual. Masyarakat berharap pengelola kawasan, pemerintah daerah, instansi kebudayaan, Perhutani, serta aparat kepolisian memperkuat pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain mengusut pelaku, warga juga meminta dilakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan, termasuk pemasangan kamera pengawas maupun patroli rutin di kawasan yang cukup terpencil tersebut.
Masyarakat menilai situs-situs budaya dan spiritual merupakan warisan yang harus dijaga bersama. Tindakan pencurian maupun perusakan terhadap simbol-simbol budaya tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menghilangkan nilai sejarah yang menjadi identitas bangsa.
Kasus hilangnya Patung Garuda di Pertapaan Pringgondani diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Warga mendesak Polri mengusut tuntas pelaku pencurian serta memastikan kawasan wisata spiritual yang disakralkan masyarakat tetap aman, terjaga, dan terlindungi dari aksi tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
(Redaksi)

Social Plugin