Memuat postingan...

Lestarikan Warisan Leluhur, Bregada Girisubo Tampil Memukau Bawa Hasil Bumi di Pantai Baron

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Kapanewon Girisubo turut ambil bagian dalam pelestarian budaya pada Festival Upacara Adat Genduri Ageng bertajuk “Golong Gilik Bumi Handayani Manunggaling Kawula Gusti” yang digelar di Pendopo Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (3/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Acara diikuti perwakilan dari 18 kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul dan berlangsung meriah dengan kirab gunungan hasil bumi, bregada, kenduri, serta berbagai kegiatan pendukung.


Dalam kesempatan tersebut, Bregada Kapanewon Girisubo tampil dengan penuh khidmat dan semangat. Kontingen Girisubo turut mengarak Gunungan Hasil Bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.


Gunungan hasil bumi yang dibawa Bregada Girisubo dihiasi berbagai hasil pertanian masyarakat, di antaranya timun, kacang, tomat, lombok, kangkung, bawang merah, dan kacang panjang. Keberadaan gunungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kirab, tetapi juga menggambarkan kehidupan masyarakat agraris serta semangat kebersamaan dan kegotongroyongan.



Panewu Anom Kapanewon Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut. 


Menurutnya, keikutsertaan Kapanewon Girisubo merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur.


“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim Bregada Girisubo yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Dewan Kebudayaan Kapanewon, para pelaku seni, hingga jajaran karyawan ASN Kapanewon Girisubo,” ujar Hari Susanto.


Ia menambahkan, partisipasi masyarakat Girisubo dalam Kenduri Ageng tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk nguri-uri kabudayan dan memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.


“Alhamdulillah, Kapanewon Girisubo dapat terus berkontribusi nyata dalam merawat tradisi. Semoga semangat nguri-uri kebudayaan ini terus terjaga, mempererat kerukunan, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya.


Sementara itu, Kenduri Ageng di Pantai Baron berlangsung semarak dengan kehadiran 18 gunungan yang ditempatkan di sejumlah titik kawasan pantai. Gunungan tersebut kemudian diperebutkan masyarakat dan wisatawan sebagai salah satu bagian yang menjadi daya tarik tradisi.


Selain kenduri dan kirab gunungan, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan senam massal serta pasar murah. Kawasan Pantai Baron pun menjadi pusat perhatian masyarakat dan wisatawan yang hadir mengikuti sekaligus menyaksikan tradisi budaya dalam rangka Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.


Keikutsertaan Kapanewon Girisubo melalui Bregada dan Gunungan Hasil Bumi menjadi salah satu wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Gunungkidul. Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas potensi bumi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.




(Red/pupung)