WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com – Polres Wonogiri memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) salah satu anggotanya, Bripda PS (29), setelah terbukti tersandung kasus pemerasan. PTDH tersebut dilaksanakan melalui upacara resmi yang digelar di Mapolres Wonogiri, Rabu (31/12/2025), dan dipimpin langsung Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan, Bripda PS resmi diberhentikan dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia terhitung mulai 31 Desember 2025. PTDH ini merupakan bentuk hukuman tegas atas pelanggaran disiplin berat yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
“Upacara PTDH ini dilaksanakan juga sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa bekerja sebaik mungkin, menjunjung tinggi disiplin, serta menghindari segala bentuk pelanggaran,” tegas AKBP Wahyu Sulistyo dalam amanatnya.
Diketahui, Bripda PS tersandung kasus pemerasan. Dalam penanganan perkara tersebut, PS sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap di wilayah Solo pada tahun 2022 lalu, hingga akhirnya mengalami luka tembak dari petugas.
Kapolres menekankan, bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik institusi serta kepercayaan masyarakat. Profesionalisme, loyalitas, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sementara itu, di momentum Tahun Baru 2026, Polres Wonogiri juga menggelar upacara kenaikan pangkat bagi 68 personel yang memperoleh kenaikan pangkat reguler setingkat lebih tinggi. Upacara kenaikan pangkat tersebut dilaksanakan di Mapolres Wonogiri, Kamis (1/1/2026).
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dan penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan.
AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sesuatu yang diperoleh secara otomatis, melainkan hasil dari proses panjang yang mencerminkan dedikasi, loyalitas, disiplin, dan integritas anggota dalam menjalankan tugas.
“Kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan institusi atas kinerja dan pengabdian saudara. Namun, di balik kehormatan itu terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, semakin tinggi pangkat yang disandang, maka semakin besar pula tuntutan profesionalisme, keteladanan, serta sikap arif dan bijaksana, baik dalam kedinasan maupun di tengah masyarakat.
Dengan momentum kenaikan pangkat ini, Polres Wonogiri optimistis seluruh personel semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
(Red/giyarto)

Social Plugin