Action Humanity Salurkan Bantuan 30 Ton ke Pedalaman Aceh Tamiang, Fokus Pangan hingga Trauma Healing

ACEH || wartajawatengah.com – Lembaga kemanusiaan Action Humanity tiba di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13 Januari 2026 untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Aksi kemanusiaan ini difokuskan melalui tiga program utama, yakni distribusi pangan, pembangunan musala darurat, serta layanan trauma healing.


Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah pedalaman yang tercatat mengalami dampak paling parah, meliputi Desa Sunting, Tanjung Gelumpang, Babo, serta Desa Bandar Pusaka Dusun Blank Kandis. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Action Humanity, Muhammad Arief Saufi, kepada warga setempat, Kamis (13/1/2026).


“Langkah hari ini sesuai dengan visi lembaga kami, yakni membantu manusia dan makhluk hidup untuk bertahan dan keluar dari krisis, terlebih membantu saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana besar,” kata Saufi, dikutip Jumat (7/2/2026).


Saufi menjelaskan, bantuan bertajuk Warga Bantu Warga tersebut dihimpun dari para mitra dan donatur di dalam negeri maupun berbagai belahan dunia, dengan total dana hampir mencapai Rp850 juta. Dana itu kemudian diwujudkan dalam bantuan logistik seberat sekitar 30 ton, terdiri atas bahan makanan pokok, air bersih, teh, susu, aneka makanan ringan, serta sejumlah genset hasil urunan para mitra.


Selain distribusi pangan, Action Humanity juga menyalurkan genset untuk membantu warga yang masih hidup tanpa aliran listrik selama beberapa pekan terakhir. Tak hanya itu, lembaga tersebut turut mengupayakan pengadaan perangkat Starlink guna mengatasi keterbatasan akses jaringan telekomunikasi, yang dinilai sangat vital bagi kebutuhan komunikasi warga, termasuk para guru untuk keperluan administrasi pendidikan.


“Kondisi di Aceh Tamiang masih sangat mencekam. Sudah tiga pekan warga hidup dalam gelap, tanpa air bersih, dan dengan stok pangan yang sangat terbatas. Aceh Tamiang masih membutuhkan bantuan dari kita semua,” ujar Saufi. 


Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan warga, terutama untuk menyelamatkan mereka dari ancaman krisis kelaparan pascabencana.


Sebagai bagian dari respon darurat, tim Action Humanity juga turun langsung mendirikan dapur umum yang mampu memasak hingga 5.000 porsi makanan setiap hari. Operasional dapur darurat ini melibatkan relawan lokal serta unsur TNI. Warga setempat mengaku sangat bergantung pada dapur tersebut setelah berhari-hari mengalami kelaparan dan terpaksa mengonsumsi makanan tidak layak.


Tak hanya itu, Action Humanity turut membangun musala darurat di lokasi pengungsian untuk menunjang kebutuhan ibadah warga dan relawan di tengah situasi darurat.


“Ini adalah wujud solidaritas para mitra dan donatur di seluruh penjuru dunia bagi saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana,” pungkas Saufi.




(Redaksi)