Polres dan Pemkab Wonogiri Gelar Rakor Lintas Sektoral, Amankan Ramadhan 1447 H dan Idul Fitri 2026

WONOGIRI, JATENG || wartajawatengah.com – Polres Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral guna menjaga kondusifitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Senin (23/2/2026).


Rakor dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., perwakilan Kodim 0728/Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kapolsek, serta danramil se-Kabupaten Wonogiri.


Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, S.H., dalam paparannya menyampaikan bahwa secara umum situasi kamtibmas tahun 2025 dibandingkan 2024 mengalami peningkatan kasus. Crime total tercatat naik 59 kasus atau 42,4 persen. Meski demikian, terdapat capaian positif berupa penurunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 16 persen serta penurunan kerugian material hingga 29 persen.


“Penyelesaian perkara juga meningkat dari 60 persen pada tahun 2024 menjadi 71,7 persen pada tahun 2025. Ini menunjukkan peningkatan kinerja penegakan hukum,” jelasnya.


Memasuki Januari hingga Februari 2026, tercatat 194 kejadian dengan satu korban meninggal dunia dan kerugian material sebesar Rp129.600.000. Adapun kasus yang dominan meliputi pencurian biasa, narkoba, pencurian dengan pemberatan (curat), judi, dan curanmor. Lokasi rawan berada di kawasan permukiman, jalan umum, pertokoan, serta ruang publik, terutama pada malam hingga dini hari.


Polres Wonogiri menegaskan komitmennya dalam pemberantasan penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras, narkoba, judi, asusila, petasan, dan premanisme. Sepanjang 2025, ratusan liter miras berhasil disita dan puluhan kasus narkoba diungkap. Upaya tersebut terus berlanjut pada awal 2026.


Selain itu, Polres mendorong penguatan regulasi peredaran minuman keras guna mewujudkan Wonogiri Zero Miras, termasuk optimalisasi penegakan Perda Nomor 9 Tahun 2016.

Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri, sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian, antara lain perang sarung, petasan, balap liar, peredaran miras, kenaikan harga bahan pokok, lonjakan arus mudik dan wisata, hingga potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem.


Pengamanan akan difokuskan pada arus mudik dan balik, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, serta tempat ibadah. Stabilitas harga bahan pokok penting juga menjadi perhatian serius melalui koordinasi dengan instansi terkait. Sinergitas pengamanan melibatkan TNI, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Disperindag, BPBD, Damkar, Dishub, Pertamina, hingga elemen masyarakat seperti Senkom dan RAPI.


Langkah preventif yang digencarkan meliputi pengaturan pagi, patroli jalan raya, patroli ngabuburit dan subuh, patroli pemukiman, razia balap liar, safari Ramadhan, inspeksi mendadak bahan pokok, hingga survei jalur utama dan alternatif.


Sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, Polres Wonogiri mengoptimalkan inovasi seperti Hotline 110, program Polres Hadir pagi dan malam, Ngobras (Ngobrol Bareng Masyarakat), OKE Polisi, Silaturahmi Kamtibmas, serta Siaga Bhayangkara.


Dalam arahannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas wilayah selama Ramadhan.


“Wonogiri wilayahnya luas, maka keamanan harus terus ditingkatkan dan kebutuhan pokok harus tersalurkan secara merata agar kondusifitas tetap terjaga selama Ramadhan,” tegasnya.


Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan panen jagung dan gabah guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi terhadap berbagai potensi kerawanan serta langkah antisipatif yang harus dilakukan secara terpadu. Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan lancar.


Melalui sinergitas lintas sektoral yang solid, diharapkan masyarakat Kabupaten Wonogiri dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 1447 H dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat.



(Red/giyarto)