GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com – Kebakaran melanda rumah milik Poniran di Padukuhan Banyumeneng II RT 05/RW 02, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (28/5/2026) petang. Peristiwa tersebut diduga dipicu api tungku kayu yang masih menyala saat ditinggal pemilik rumah.
Kasubag TU UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh istri dan cucu pemilik rumah setelah mendengar suara letupan dari arah dapur.
“Setelah dicek, api ternyata sudah membesar di bagian dapur rumah. Warga kemudian bergotong royong melakukan pemadaman secara manual sebelum petugas datang ke lokasi,” ujar Ngadiyono, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, kebakaran bermula saat pemilik rumah memasak air menggunakan tungku kayu bakar. Namun, tungku tersebut ditinggal dalam kondisi api diduga masih menyala karena pemilik pergi ke rumah tetangga.
“Api dari tungku diduga merembet ke bagian dapur hingga menyebabkan kebakaran,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah mengalami kerusakan sekitar 50 persen. Sejumlah peralatan dapur serta perlengkapan rumah tangga yang berada di area terdampak juga hangus terbakar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, satu keluarga yang terdiri dari enam jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya yakni tiga orang dewasa, satu balita, dan dua lanjut usia (lansia).
Ngadiyono menambahkan, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta. Dalam penanganan kejadian itu, petugas Damkarmat Gunungkidul diterjunkan bersama TRC BPBD Gunungkidul, Polsek Panggang, Koramil Panggang, relawan, serta warga setempat.
“Setelah assessment dilakukan, tindak lanjut yang direncanakan berupa pembersihan material sisa kebakaran dan pembenahan mandiri oleh keluarga terdampak,” katanya.
Selain itu, BPBD Gunungkidul juga mengusulkan dukungan logistik permakanan untuk kebutuhan kerja bakti warga dalam proses penanganan pascakebakaran.
Pihak Damkarmat Gunungkidul turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan tungku maupun peralatan memasak berbahan bakar api, terutama sebelum meninggalkan rumah, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
(Red/pupung)

Social Plugin