GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com– Seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia saat melaut di perairan selatan Kabupaten Gunungkidul, tepatnya sekitar 16 mil laut di depan Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Sabtu (4/4/2026).
Korban diketahui bernama Saelan (63), warga Jalan Laksamana Yos Sudarsono, Bebel, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan aktivitas rutin di atas kapal bersama puluhan anak buah kapal (ABK).
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko, menjelaskan bahwa korban berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIB bersama 32 ABK lainnya dari Pelabuhan Sadeng. Namun, sekitar pukul 08.45 WIB, korban tiba-tiba ambruk saat mencuci karpet di atas kapal.
“Korban mendadak terjatuh dalam posisi telungkup. Saat diperiksa oleh rekan-rekannya, sudah tidak ditemukan denyut nadi,” ujar Sunu dalam keterangannya.
Mengetahui kondisi tersebut, salah satu ABK segera melaporkan kejadian itu kepada petugas SAR Pantai Sadeng pada pukul 09.00 WIB. Tim SAR kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Ditpolairud, TNI AL, Polsek Girisubo, serta Puskesmas Girisubo untuk menentukan langkah penanganan.
Hasil koordinasi memutuskan agar kapal yang membawa korban segera kembali ke daratan. Sekitar pukul 10.30 WIB, kapal berhasil bersandar di Pelabuhan Pantai Sadeng dan jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Girisubo.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematian masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas,” jelas Sunu.
Proses pemeriksaan jenazah selesai sekitar pukul 11.15 WIB, dan selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Pekalongan menggunakan armada SAR Wilayah Operasi I.
Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Tim SAR Pantai Sadeng, Ditpolairud Pos Sadeng, TNI AL Pos Sadeng, Polsek Girisubo, Puskesmas Girisubo, serta warga nelayan setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di tengah laut.
(Red/Eko.pras)


Social Plugin