Pelantikan Pengurus IKG 2026–2031, Bupati Gunungkidul Tekankan Peran Strategis Diaspora Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang digelar di Auditorium Kantor BKN, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran diaspora Gunungkidul dalam mendukung pembangunan daerah.


IKG sebagai organisasi paguyuban menaungi sekitar 35 ribu warga asal Gunungkidul yang berada di wilayah Jabodetabek. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kemajuan daerah, baik melalui sektor ekonomi, sosial, maupun budaya.


Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kontribusi warga perantauan terhadap pembangunan daerah.


“Kontribusi warga Gunungkidul di perantauan sangat penting. Sinergi antara pembangunan di kampung halaman dan dukungan diaspora menjadi kunci kemajuan Gunungkidul ke depan,” ujarnya.


Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gunungkidul, Ketua DPRD Gunungkidul, perwakilan DPRD DIY Komisi A, Kepala Banhubda DIY Nugrohoningsih, serta tokoh-tokoh Gunungkidul di perantauan.


Ketua Umum IKG periode 2026–2031, Saimo, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program strategis organisasi bertajuk “Sapta Cita IKG” sebagai arah kebijakan lima tahun ke depan.


“Kami akan menjalankan program ini secara kolektif dan terukur, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, pengembangan unit usaha, hingga peningkatan kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya,” tegasnya.


Ketua Dewan Pengawas IKG, Eddy Sukirman, menekankan bahwa seluruh pengurus harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat diaspora.


“Pengurus IKG adalah pelayan bagi puluhan ribu warga Gunungkidul di perantauan. IKG telah berkembang menjadi representasi lengkap daerah di luar wilayah asal,” ungkapnya.


Ia juga menyebut IKG sebagai miniatur Gunungkidul di perantauan, yang memiliki berbagai aset serta struktur organisasi yang terus berkembang.


Sementara itu, Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, memberikan apresiasi terhadap soliditas IKG sebagai salah satu paguyuban terbesar dengan kekuatan kebersamaan yang kuat.


“Sinergi seperti ini penting untuk terus dijaga karena memiliki dampak besar bagi masyarakat,” katanya.


Perwakilan DPRD DIY Komisi A, D. Radjut Sukasworo, menilai diaspora Gunungkidul memiliki potensi strategis sebagai agen promosi daerah.


“Dengan jumlah anggota yang besar, diaspora bisa menjadi kekuatan dalam memperkenalkan potensi daerah, baik di sektor ekonomi, budaya, maupun investasi,” jelasnya.


Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menambahkan bahwa organisasi ini memiliki sekitar 1.600 struktur kelembagaan yang tersebar dari tingkat kapanewon hingga dusun.


“Yang sudah mapan membantu yang sedang berjuang, sehingga bersama-sama bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Gunungkidul,” ucapnya.


Pelantikan pengurus IKG periode 2026–2031 ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring diaspora, sekaligus mendorong kolaborasi nyata antara warga perantauan dan pemerintah daerah demi percepatan pembangunan Gunungkidul di berbagai sektor.




 (Red/pupung)