Sugito Petani Empon-Empon Gunungkidul, Sukses Ubah Lahan Tidur Jadi Sumber Ekonomi Keluarga

GUNUNGKIDUL, DIY || Di tengah semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap bahan pangan dan tanaman herbal alami, budidaya empon-empon menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Hal tersebut dibuktikan oleh Sugito, yang akrab disapa Kakek, warga Padukuhan Belang RT 011/RW 005, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.


Dengan memanfaatkan lahan pekarangan serta lahan tidur yang sebelumnya kurang produktif, Sugito berhasil mengembangkan berbagai jenis tanaman empon-empon dan umbi-umbian bernilai ekonomi. Ketekunan yang ia jalani selama bertahun-tahun kini membuahkan hasil. Produksi panennya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal di Gunungkidul, tetapi juga telah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.


Menurut Sugito, budidaya empon-empon memiliki prospek yang sangat baik karena permintaan terhadap bahan baku jamu tradisional, rempah-rempah, hingga kebutuhan industri olahan herbal terus meningkat. Selain menjadi sumber pendapatan keluarga, usaha ini juga menjadi contoh nyata bahwa lahan sempit maupun pekarangan rumah dapat dioptimalkan menjadi aset produktif yang menghasilkan nilai ekonomi.


Berbagai komoditas yang dibudidayakan antara lain kimpul, mbili, jahe, kunyit, kunyit putih, kunyit putih gombyok, laos atau lengkuas, kencur, cabe jawa, porang, ganyong, temulawak, temu ireng, hingga uwi. Seluruh tanaman tersebut dipanen secara bertahap sesuai umur panen dan permintaan pasar.


Adapun harga jual hasil panen yang dipasarkan saat ini meliputi:


• Kimpul: Rp5.000/kg

• Mbili: Rp10.000/kg

• Jahe: Rp35.000/kg

• Kunyit: Rp5.000/kg

• Kunyit Putih: Rp15.000/kg

• Kunyit Putih Gombyok: Rp15.000/kg

• Laos/Lengkuas: Rp5.000/kg

• Kencur: Rp40.000/kg

• Cabe Jawa: Rp100.000/kg

• Porang: Rp15.000/kg

• Ganyong: Rp10.000/kg

• Temulawak: Rp10.000/kg

• Temu Ireng: Rp5.000/kg

• Uwi: Rp5.000/kg


Selain memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, usaha budidaya empon-empon ini juga mulai menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Saat musim panen tiba, warga dilibatkan dalam proses penyortiran, pembersihan, hingga pengemasan hasil panen sebelum dikirim kepada para pembeli. Meski masih dalam skala rumahan, kegiatan tersebut turut memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar.



Sugito berharap semakin banyak pelaku usaha, pengepul, maupun industri pengolahan herbal yang bermitra dengan petani empon-empon di Gunungkidul sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal.


"Harapan saya, semoga semakin banyak pembeli maupun pengepul yang mengambil hasil panen empon-empon dalam jumlah besar. Saat ini hasil panen masih menunggu pasar yang lebih luas. Mudah-mudahan melalui pemberitaan ini masyarakat semakin mengetahui potensi empon-empon dari Gunungkidul, sehingga usaha ini dapat terus dikembangkan dan diperluas," ujar Sugito, Kamis (30/7/2026).


Budidaya empon-empon yang dilakukan Sugito menjadi bukti bahwa sektor pertanian tradisional masih memiliki masa depan yang cerah apabila dikelola dengan tekun, memanfaatkan potensi lahan secara maksimal, serta mampu membaca kebutuhan pasar. 


Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat dan penggunaan bahan herbal alami, komoditas rempah-rempah lokal diperkirakan akan terus memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.


Bagi masyarakat, pedagang, pelaku UMKM, maupun industri herbal yang ingin melakukan pemesanan hasil panen empon-empon, dapat menghubungi:

Sugito
Telepon/WhatsApp: 0813-2634-6061