GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com- Beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi ruang pelayanan tampak kosong mendapat perhatian publik. Untuk memastikan informasi tersebut, awak media melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung ke kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (19/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, S.Si.T., M.Kes., menegaskan bahwa anggapan pelayanan publik tidak berjalan karena ruang yang terlihat kosong dalam video tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Menurut Ismono, lokasi yang direkam berada di dekat ruang Subbag Umum. Pada saat video diambil, aktivitas pegawai tetap berlangsung di ruangan lain yang berada di sebelahnya.
“Pemberitaan tentang kondisi pelayanan publik dengan kegiatan kosong itu sebetulnya tidak benar. Yang ada di video tersebut lokasinya dekat dengan ruang Subbag Umum. Di dalam ruang itu sebenarnya sudah banyak orang,” jelasnya.
Ismono saat dikonfirmasi awak media.
Ia menjelaskan, masyarakat atau tamu yang datang tetap dapat langsung bertanya dan memperoleh pelayanan melalui ruangan yang berada di sebelah lokasi yang direkam.
Ismono juga menerangkan, bahwa pada saat kejadian terdapat petugas yang sedang menangani perbaikan kerusakan handle pintu rumah dinas yang nantinya akan digunakan untuk mahasiswa magang. Aktivitas tersebut berada di ruangan sebelah, bukan berarti seluruh aktivitas pelayanan di Dinas Kesehatan berhenti.
Menurutnya, apabila masyarakat ingin bertemu dengan Kepala Dinas, akses untuk menyampaikan keperluan tetap tersedia.
Ismono menambahkan, dirinya memang tidak berada di kantor pada sebagian waktu pagi karena mengikuti sejumlah agenda kedinasan. Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, ia menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan kampanye pencegahan stunting serta agenda lainnya.
“Kalau mau ketemu kepala dinas, kebetulan tadi pagi saya ada acara dari jam 08.00 WIB terkait stunting dan rangkaian acara lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Drg. Lucilla Mintati memberikan penjelasan lebih rinci, mengenai aktivitas Kepala Dinas maupun kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Kesehatan Gunungkidul pada pagi tersebut.
Lucilla menyebut, setelah mengikuti kegiatan pencegahan stunting, Kepala Dinas menerima kunjungan Ketua Program Studi Fakultas Psikologi UGM. Pertemuan tersebut berkaitan dengan rencana pengiriman 11 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang selama 2,5 bulan, yang diharapkan dapat membantu layanan konseling kesehatan jiwa.
Pada sekitar pukul 09.36 WIB, ketika Kepala Dinas masih berada di luar kantor, aktivitas di lingkungan pelayanan justru tetap berlangsung. Saat itu terdapat audiensi antara jajaran Dinas Kesehatan dengan tim Fakultas Kedokteran Gigi UMY, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, terkait penelitian skripsi.
Audiensi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 09.52 WIB dan disebut telah terdokumentasi dalam bentuk foto.
Setelah audiensi selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi internal bersama sekitar 7–8 pegawai bagian umum. Pembahasan berkaitan dengan aset serta pelayanan publik.
Dengan adanya penjelasan tersebut, Dinas Kesehatan Gunungkidul menegaskan bahwa video yang hanya mengambil gambar dari bagian luar ruangan dinilai belum menggambarkan keseluruhan aktivitas yang berlangsung di dalam kantor.
Ismono menyayangkan, apabila potongan visual yang memperlihatkan satu sisi ruangan kemudian ditafsirkan sebagai kondisi keseluruhan pelayanan di Dinas Kesehatan.
Ia berharap masyarakat mendapatkan informasi secara utuh dan tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi pelayanan hanya berdasarkan rekaman singkat.
“Kalau dilihat, sebelah baratnya itu ada ruang kaca. Di situ banyak orang dan aktivitas tetap berjalan,” pungkasnya.
Konfirmasi langsung dari pihak Dinas Kesehatan Gunungkidul ini sekaligus menjadi penjelasan atas video yang sebelumnya beredar di media sosial.
Publik diharapkan tetap melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarluaskan sebuah konten agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai pelayanan publik.
(Red/pupung)

Social Plugin