YOGYAKARTA, DIY || wartajawatengah.com — Pemuda Pancasila (PP) bukan organisasi masyarakat (ormas) politik. Namun, organisasi tersebut mendorong kader dan anggotanya untuk aktif berkiprah di dunia politik praktis, termasuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) maupun mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Hal tersebut disampaikan Yuni Astuti, Komandan Koti Mahatidana Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY. Ia menegaskan kesiapan untuk memberikan dukungan sekaligus mengawal kader Pemuda Pancasila DIY yang ingin mengambil peran lebih jauh dalam dunia politik.
Menurut Yuni, keterlibatan kader dalam politik bukan sekadar ikut bergabung dengan partai politik. Setelah memilih masuk ke partai, kader harus serius, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata.
“Saya siap men-support dan mengawal anggota Pemuda Pancasila DIY yang ingin berkiprah di dunia politik, termasuk menjadi caleg maupun kepala daerah,” tegas Yuni Astuti.
Yuni mengaku selama ini memiliki hubungan dan komunikasi yang cukup luas dengan berbagai partai politik, baik di tingkat wilayah maupun pusat. Relasi tersebut, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk membuka kesempatan bagi kader Pemuda Pancasila DIY yang ingin mengembangkan karier politik.
Namun demikian, Yuni menegaskan dirinya tidak mengarahkan kader untuk bergabung dengan partai politik tertentu. Setiap kader diberikan kebebasan menentukan pilihan berdasarkan keyakinan dan kenyamanan masing-masing.
“Saya tidak mengarahkan harus bergabung dengan partai tertentu. Silakan memilih partai yang dirasa sesuai dengan hati dan nyaman. Insyaallah, saya akan dorong dan kawal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak sekadar menjadi anggota partai tanpa aktivitas dan kontribusi yang jelas. Menurutnya, apabila sudah memutuskan masuk ke partai politik, kader harus benar-benar serius menjalankan peran dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Yuni menilai periode 2026–2027 menjadi momentum strategis bagi kader yang ingin mulai membangun kiprah politik. Sejumlah partai politik saat ini dinilai tengah melakukan konsolidasi dan rekonstruksi organisasi, sehingga menjadi kesempatan bagi kader untuk mengambil peran sejak awal.
Lebih jauh, Yuni menyoroti kiprah Pemuda Pancasila DIY yang selama ini banyak melakukan pendampingan dan membantu masyarakat secara langsung. Namun, ia ingin peran tersebut tidak berhenti hanya di permukaan.
Menurutnya, perjuangan membantu masyarakat juga dapat dilakukan melalui jalur politik, salah satunya dengan mendorong kader menjadi anggota DPRD maupun kepala daerah.
“Selama ini Pemuda Pancasila DIY membantu dan mendampingi masyarakat dari permukaan. Saya ingin kader-kader juga bisa membantu masyarakat dari dalam, salah satunya melalui jalur politik dengan menjadi anggota dewan maupun kepala daerah,” ungkap Yuni.
Ia berharap semakin banyak kader Pemuda Pancasila DIY yang berani mengambil peran dalam politik dengan tetap membawa nilai-nilai organisasi, menjaga integritas, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama.
Pernyataan Yuni Astuti tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pemuda Pancasila DIY membuka ruang bagi kadernya untuk berpolitik secara aktif, tanpa mengikat pilihan pada satu partai tertentu.
(Red/pupung)


Social Plugin