GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padukuhan Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul menuai sorotan warga. Fasilitas tersebut diprotes masyarakat sekitar setelah muncul bau busuk menyengat yang diduga berasal dari Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar.
Keluhan warga ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Masyarakat menyebut aliran limbah dari fasilitas SPPG mengarah ke lingkungan permukiman dan menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas harian. Kondisi disebut semakin parah saat hujan turun karena limbah meluap dan menggenangi area sekitar.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran prosedur dalam pembangunan IPAL di SPPG Baleharjo. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan.
“Atas laporan masyarakat, kami turunkan jajaran untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya,” ujarnya dalam keterangan lapangan, Sabtu(14/2/2026).
Pengecekan dilakukan oleh Komandan Koramil 01/Wonosari Kapten Tri Aji Laga bersama unsur Forkompinkap serta koordinator SPPG setempat. Dari hasil observasi, ditemukan kolam limbah berukuran besar seperti yang dikeluhkan warga. Selain bentuk IPAL yang dinilai tidak sesuai prosedur, bau menyengat dari kolam limbah juga terkonfirmasi di lokasi.
Warga menyatakan aroma tak sedap muncul hampir setiap hari dan berdampak pada kenyamanan lingkungan. Mereka berharap ada penanganan cepat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan maupun pencemaran lebih luas.
Sebagai langkah awal penanganan, pihak Koramil memberikan instruksi agar operasional IPAL SPPG Baleharjo ditutup sementara. Pengelola diminta segera melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah agar sesuai standar dan tidak lagi menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
(Red/pupung)

Social Plugin