GUNUNGKIDUL, DIY || wartajawatengah.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak daerah. Keisya, atlet catur cilik berusia 9 tahun asal Dusun Kenteng, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) DIY.
Prestasi tersebut mengantarkan siswi kelas 3 SD Negeri Kenteng 1 itu dipercaya menjadi wakil DIY untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banten.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi atas capaian Keisya. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi bukti bahwa anak-anak Gunungkidul memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Keisya adalah turbo kekuatan bagi daerah kita. Kami memohon doa seluruh warga Gunungkidul agar Keisya bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ungkap Endah.
Bupati Gunungkidul berharap keberhasilan Keisya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Gunungkidul lainnya untuk berani mengembangkan bakat, tekun berlatih, serta mengejar prestasi sejak usia dini.
Bakat Keisya di dunia catur mulai terlihat ketika dirinya duduk di kelas 1 SD. Saat itu, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler catur atas kemauannya sendiri. Awalnya hanya sekadar mencoba, kemampuan Keisya kemudian berkembang dan mulai menunjukkan hasil.
Ibunda Keisya, Wahyuni, melihat adanya potensi khusus pada putrinya. Dari proses pemetaan kemampuan anak-anak yang mengikuti kegiatan catur, Keisya dinilai memiliki kemampuan di atas rata-rata teman seusianya.
“Awalnya saya memetakan anak-anak, dan Keisya ini terlihat memiliki kemampuan di atas rata-rata teman seusianya,” ujar Wahyuni, dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Selasa (8/9/2026).
Perjalanan Keisya tidak selalu mulus. Ia sempat ingin berhenti bermain catur. Namun, pelatihnya, Isrori Teguh, melihat potensi besar yang dimilikinya dan terus memberikan dorongan agar Keisya tetap berlatih.
Dukungan pelatih dan keluarga akhirnya membuahkan hasil. Keisya mampu menunjukkan konsistensi hingga meraih medali emas di tingkat provinsi dan mendapatkan tiket untuk bertanding di tingkat nasional.
Menghadapi Kejurnas di Banten, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), KONI, serta Percasi turut menyiapkan pendampingan. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga aspek mental dan psikologis agar Keisya mampu menjaga konsentrasi menghadapi persaingan nasional.
Dengan dukungan sang ibu, Wahyuni, dan pelatih Isrori Teguh, Keisya kini bersiap membawa nama DIY sekaligus Gunungkidul ke pentas nasional.
Di tengah persiapannya sebagai atlet catur, Keisya tetap menjalani pendidikan seperti anak-anak seusianya. Ia juga memiliki cita-cita besar untuk menjadi dokter di masa depan.
(Red/pupung)


Social Plugin