Memuat postingan...

Hati Seorang Ibu Terketuk, Tokoh Perempuan Yogyakarta Yuni Astuti: Sampaikan Duka atas Tragedi Suporter PSS Sleman

SLEMAN, DIY || wartajawatengah.com — Tokoh perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yuni Astuti, menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam atas meninggalnya empat suporter PSS Sleman dalam kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Madiun–Surabaya, tepatnya di Kilometer 616, wilayah Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).


Yuni Astuti yang dikenal sebagai perempuan pertama di Indonesia, yang menjabat Komandan KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila itu mengaku turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga korban. Sebagai seorang ibu, ia memahami betapa beratnya kehilangan seorang anak, terlebih ketika kepergian tersebut terjadi secara mendadak.


Dalam suasana duka tersebut, Yuni menyampaikan doa agar para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.


“Kami menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa suporter PSS Sleman. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT sesuai amal kebaikannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkap Yuni Astuti, Senin (19/10/2026), di Ndalem 234, Kalasan, Sleman.


Menurutnya, kehilangan empat suporter tersebut menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus masyarakat, khususnya keluarga besar pendukung PSS Sleman yang selama ini menunjukkan kecintaan dan loyalitas terhadap klub kebanggaan mereka.


Berangkat Mendukung PSS Sleman ke Surabaya


Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan suporter tersebut berangkat dari Sleman menggunakan mobil Toyota HiAce dengan tujuan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Mereka hendak memberikan dukungan langsung kepada PSS Sleman yang dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya.


Namun, perjalanan untuk mendukung tim kebanggaan itu berakhir tragis. Mobil Toyota HiAce yang mengangkut rombongan dilaporkan menabrak bagian belakang truk tronton yang melaju di jalur lambat Tol Madiun–Surabaya.


Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.00–09.30 WIB. Dalam peristiwa itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Caruban.


Selain korban meninggal, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Lima orang mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat sehingga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Caruban.


Empat Korban Telah Diidentifikasi


Pihak kepolisian telah melakukan identifikasi terhadap empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia. Mereka adalah:


1. Fakhri Maulana Al Zaki (21), warga Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

2. Iyan Fathur Ar Rizaq (15), warga Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

3. Novandia Dwi Adi Prakosya (19), warga Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

4. Rio Rahman, warga Nglarang/Nyamplungan, Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.


Kepergian empat suporter tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Perjalanan yang semula dilandasi semangat mendukung tim kesayangan justru berujung pada kehilangan nyawa.


Melalui ungkapan belasungkawanya, Yuni Astuti mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta menghormati masa berkabung yang sedang mereka jalani.


Duka ini menjadi pengingat bahwa di balik semangat dan kecintaan terhadap sepak bola, keselamatan jiwa tetap menjadi hal yang paling utama. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini.



(Red/pupung)